Tribun

Di Banyuwangi, Festival Tartil Qur'an Digelar di Setiap Kecamatan

Tiap kecamatan di Banyuwangi menggelar Tartil Qur'an yang merupakan rangkaian Festival Ramadan.

Editor: Wahid Nurdin
Di Banyuwangi, Festival Tartil Qur'an Digelar di Setiap Kecamatan
surya/haorrahman
Suasana Tartil Qur an di Kecamatan Banyuwangi (surya/haorrahman)?? 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Tiap kecamatan di Banyuwangi menggelar Tartil Qur'an yang merupakan rangkaian Festival Ramadan.

Tartil Qur'an ini menggalakkan tadarus kitab suci Al Quran di setiap kesempatan. Tartil Qur'an ini digelar serentak mulai 9-28 Juni, di mushola tiap- tiap kantor kecamatan.

Dalam kegiatan ini, tiap kecamatan wajib menggelar tadarus al-qur’an oleh siswa SD/MI yang dikoordinatori Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan di wilayah masing-masing. Selain di kantor kecamatan, di masjid kantor Pemda Kabupaten Banyuwangi, juga dilakukan kegiatan tadarus oleh siswa SMP/SMA.‎

“Jadwal tadarus ini pun telah ditetapkan, setiap hari kerja mulai pukul 09.00 – 12.00 (masuk waktu dzuhur) dan dilanjutkan pukul 12.00 – 15.00 sampai ashar,’ ujar Nurul Cholili, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Pemkab Banyuwangi, Jumat (17/6/2016).‎

Seperti di kantor kecamatan Banyuwangi, telah dimulai sejak Kamis (9/6).

“Tadarus ini sudah memasuki hari keenam dan semangat mengaji anak-anak sangat luar biasa. Hingga saat ini tadrusnya telah sampai Juz 28. Diperkirakan akhir bulan ramadhan nanti bisa khatam lebih dari dua kali,” kata Camat Banyuwangi, Aziz Hamidi.‎

Untuk Kecamatan Banyuwangi, ada 43 SD/MI yang dijadwal secara bergiliran dalam tadarus ini. Tiap sekolah dijatah 10 anak yang sudah bisa membaca Al Quran.

"Mereka didampingi tiga orang guru selama tadarus," pungkas Azis.‎

Sebanyak 20 anak dari dua sekolah dasar secara bergantian tampak bertadarus al-quran. Mereka bergantian membacanya. Saat satu anak membaca qur’an, yang lainnya menyimak untuk mengkoreksi bacaan yang kurang benar.

Fenni Anggraini, siswa kelas V SDN 2 Penganjuran ini. Fenni yang hari itu kebagian jatah membaca Surat Al- Muzadalah, juz 28 ini merasakan bangga sekali bisa mengikuti tadarus di kecamatan.

“Saya senang bisa membaca al-quran bersama teman-teman sekolah di sini. Karena tidak semua teman saya bisa ikut kan harus dipilih pak guru,” ujarnya polos.

Hal yang sama juga dikatakan, Neoyonda Dwi, siswa kelas VI, SDN Panderjo I. Neo, sapaan siswa yang terlihat santun ini menyatakan terbiasa membaca qur’an baik di rumah ataupun di sekolah.

“Tapi ya senang sih, ikut ngaji bareng teman-teman. Sembari mengisi liburan, kalau di rumah saja kan tidak ketemu teman-teman,” ucapnya.(surya/haorrahman)‎

Sumber: Surya
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas