Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dana Bedah Rumah di Desa Mojojejer Jombang Disunat

Program bedah rumah untuk masyarakat miskin di Jombang menyisakan masalah.

Dana Bedah Rumah di Desa Mojojejer Jombang Disunat
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - Program bedah rumah untuk masyarakat miskin di Jombang menyisakan masalah.

Anggaran yang dikucurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPR) tersebut disunat oknum tak bertanggungjawab.

Seharusnya, warga miskin mendapatkan anggaran Rp 10 juta untuk program tersebut, namun realitas di lapangan mereka hanya menerima Rp 8,5 hingga Rp 9 juta.

Artinya, terjadi pemotongan dengan nominal variatif, berkisar antara Rp 1 hingga Rp 1,5 juta.

Salah satunya dialami Rubianto (53), warga Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno.

Meski menerima program sejak 2015, proses pembangunan rumahnya hingga kini masih terbengkalai.

"Terpaksa kami hentikan dulu perbaikan rumah ini. Dana tidak cukup. Karena dipotong Rp 1 juta, katanya untuk biaya administrasi," ujar Rubianto, Selasa (9/8/2016).

Bukan hanya Rubianto yang mengalami pemotongan, namun 26 warga lain di Desa Mojojejer yang menerima bantuan bedah rumah juga mengalami nasib serupa.

"Kalau ditotal pemotongan itu sekitar Rp 40 juta. Karena ada 27 warga yang menerima bantuan bedah rumah," katanya.

Dia menambahkan, bantuan juga tidak semuanya diberikan dalam bentuk uang. Sisa Rp 9 juta tersebut diberikan berupa material atau bahan bangunan.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas