Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Karantina Pasien Terjangkit Virus Zika Sudah Disiapkan, Ibu Hamil Dilarang Bepergian ke Negara KLB

Khusus aktivitas pergerakan penumpang pelabuhan laut di Nunukan juga dilakukan pemantauan ketat.

Karantina Pasien Terjangkit Virus Zika Sudah Disiapkan, Ibu Hamil Dilarang Bepergian ke Negara KLB
TRIBUN KALTIM
Lucas Sarapan, Kabid P2PL Dinkes Kaltara 

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan memberlakukan pengawasan ketat terhadap penyebaran virus zika melalui pintu-pintu kedatangan internasional baik di bandara Juwata Tarakan maupun pelabuhan laut di Nunukan.

Khusus aktivitas pergerakan penumpang pelabuhan laut di Nunukan juga dilakukan pemantauan ketat.

Utamanya terhadap penumpang atau pun tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masuk ke daerah itu.

"Di Nunukan standar operasional presedur KKP tentang kewaspadaan dini penyebaran virus zuka sudah ada dan telah diterapkan," sebut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Lucas Sarapang, Selasa (6/9/2016). 

Ia menuturkan, jika ditemukan indikasi inveksi virus zika terhadap sesesorang akan dibawa ke karantina sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tarakan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kendati demikian dijelaskan bahwa pasien yang terjangkit virua zika tidak perlu ruang isolasi khusus.

"Dia menularnya lewat nyamuk aedes aegypti," ujarnya.

Sejauh ini belum ditemukan adanya kasus virus zika di Kaltara. Namun ia menyarankan masyarakat untuk mewanti-wanti wabah virus zika jika bepergian ke luar negeri khususnya ke negara yang sedang terjangkit virus zika.

"Kami sampaikan ke masyarakat, bagi yang hendak bepergian ke luar negeri atau ke negara yang sedang terjangkit virus zika agar menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dengan cara memakai pakaian pajang dan tertutup, atau memakai obat oles anti nyamuk, atau tidur dengan menggunakan kelambu," sebutnya.

Selanjutnya saat berada di luar negeri, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke dokter bila sakit. Sedang wanita hamil diberi peringatan khusus agar tidak berkunjung ke negara yang sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB) penyakit virus zika.

Dianjurkan pula bagi masyarakat yang baru pulang dari negara yang telah terinfeksi virus zika untuk memeriksakan kondisi kesehatan dalam kurung waktu 14 hari setelah tiba di Indonesia.

Termasuk kalau ada gejala atau keluhan demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala disertai mata merah.

"Sebutkan riwayat perjalanan 14 hari itu sebelum gejala tersebut timbul," ujarnya.

"Pesan Menteri Kesehatan, masyarakat tetap harus waspada terhadap perkembangan penyakit virus zika namun hendaknya tidak panik berlebihan," sebutnya. (Wil)

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas