Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kontraktor India Pemasok Emas Batangan untuk Dimas Kanjeng Ditangkap

Vijay, kontraktor asal India, pemasok emas batangan palsu untuk Dimas Kanjeng diciduk di Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kontraktor India Pemasok Emas Batangan untuk Dimas Kanjeng Ditangkap
Capture Youtube
Hampir sebulan lebih kasus terkuaknya penipuan dan pembunuhan oleh Dimas Kanjeng, namun hingga kini aparat kepolisian belum dapat menemukan jelas harta dan uang palsu yang disebut-sebut disimpan dalam bunker. 

Laporan Wartawan Surya, Anas Miftakhudin 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kontraktor keturunan India, SP Maranata alias Vijay, ditangkap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Selasa (1/11/2016) malam.

Tersangka ditangkap di kediamannya di daerah Tomang, Jakarta Barat.

Penyidik membawa Vijay ke Polda Jatim guna menjalani penyelidikan lebih lanjut, Rabu (2/11/2016) malam.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengangkat Vijay sebagai direktur operasional perusahaan emas batangan abal-abal. Ia tak melawan saat diamankan polisi.

Pengiriman uang atas perintah Dimas Kanjeng, tersangka utama penipuan bermodus penggandaan uang.

Sesuai pengakuan Suryono kepada penyidik, Vijay mendapat pasokan uang senilai Rp 2 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi penyidik terus mengembangkan dari saksi lain, karena tersangka Karimullah dan tersangka lain dimungkinkan setor uang ke Vijay," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono.

Apakah Vijay ini yang diakui sebagai Abah Dofir asal Tomang yang menyimpan uang Rp 2 triliun? "Itu masih diselidiki," kata dia.

Perwira berpangkat tiga melati di pundaknya itu menegaskan, perusahaan emas batangan di Jakarta dengan komisaris Dimas Kanjeng dan Vijay sebagai direktur operasional, hanyalah mencatut sebuah nama perusahaan emas di Jakarta.

Untuk mengecek kebenaran perusahaan, penyidik mendatangi Kemenkum HAM. Saat dikroscek perusahaan emas batangan itu memang ada.

Namun yang duduk sebagai komisaris dan direktur operasional di perusahaan emas tersebut bukan Dimas dan Vijay.

"Perusahaan itu hanya dipakai kamuflase. Kantornya adalah rumah biasa," tutur Argo.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas