Cerita Menarik Dua Jemaah Umrah Ditahan di Penjara Jeddah Gara-gara Becanda Soal Bom
Ada cerita menarik di balik kepulangan dua peserta jemaah umrah asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang sempat mendekam sebulan di penjara Jeddah.
Editor: Y Gustaman
Pada 11 Januari 2017 sekitar pukul 18.30 WIB, rombongan dijadwalkan pulang ke Indonesia. Sebelum berangkat Umi yang semula duduk bersama Andono mendadak tukar tempat karena ingin bersama Trinigsih.
Saat bersamaan, pramugari membantu Triningsih yang sedang menata tasnya di kabin. Karena terasa sangat berat, pramugari menanyakan isi tas Triningsih itu.
Umi yang saat itu berada di sebelah Triningsih, menjawab dengan Bahasa Indonesia.
"Kalau dari Arab ya bawa oleh-oleh, masa bawa bom". Niatan Umi itu hanya ingin bercanda dengan pramugari tersebut.
Hal sepele itu justru jadi bumerang. Pramugari melapor ke kokpit dan pilot Royal Brunei Airlines langsung menghubungi petugas keamanan dan otoritas bandara.
Penerbangan pun terpaksa ditunda. Pilot minta ada screening ulang atau pemeriksaan ulang untuk memastikan keberadaan bom itu.
Penumpang diturunkan dan dipindahkan ke ruang tunggu. Di sisi lain, petugas bandara sedang sibuk mencari keberadaan bom yang dikatakan Umi itu.
Petugas bandara mencari selama 15 jam, dan penerbangan ditunda dalam waktu yang sama. Penumpang lain dibawa ke hotel bandara sementara Triningsih dan Umi ditahan kepolisian setempat.