Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Siti Histeris Lihat Teman-temannya Tak Bergerak Tertindih Bus

Sembari menahan isak tangis, Siti Aminah (18), salah satu korban selamat, mengisahkan kejadian nahas yang menimpa bus rombongannya terguling.

Siti Histeris Lihat Teman-temannya Tak Bergerak Tertindih Bus
Grafis Tribun Jateng/Ilham
Bus rombongan study tour siswa kelas XII SMK Panca Karya, Bogor, Jawa Barat mengalami musibah di Jalan Magelang-Kopeng Km 15, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2017). Tiga siswi meninggal dunia (TRIBUNJATENG/GRAFIS/ILHAM) 

Sejak memasuki Cikarang sampai kawasan jalur Pantura Semarang, sopir selalu memacu bus dengan kecepatan tinggi. Sama sekali tak ada ketakutan yang muncul di benaknya.

"Mungkin perasaan saya dan teman-teman sedang gembira, karena hendak liburan, jadi tidak ada yang merasa takut walau sopir ngebut," ungkap dia.

"Apalagi, sebagian banyak yang tertidur, karena lelah menempuh perjalanan jauh, terutama Sarifah (salah satu korban meninggal) yang sejak awal mengeluh masuk angin," Siti menjelaskan.

Rombongan Siti dan kawan-kawan berangkat dari sekolah pada Senin (15/5/2017) sekitar pukul 13.00 WIB tujuan Magelang dan Yogyakarta.

Bus rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul Cibinong Jabar kecelakaan maut di Dusun Jengkol, desa Losari, Pakis Kabupaten Magelang, Selasa (16/5/2017) pagi.
Bus rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul Cibinong Jabar kecelakaan maut di Dusun Jengkol, desa Losari, Pakis Kabupaten Magelang, Selasa (16/5/2017) pagi. (BPBD Magelang)

Dia dua lokasi ini mereka ingin berwisata antara lain ke Candi Borobudur, Malioboro, pantai Parangtritis, hingga Goa Pindul. Belum satu pun objek wisata dikunjungi, musibah sudah lebih dulu menerpa.

Ia masih ingat betul, tiga temannya yang meninggal duduk tak jauh dari kursinya. Siti duduk di bangku tengah, di sisi sebelah kanan, sedangkan ketiga temannya duduk di sebelah kiri.

Saat kejadian, ucap SIti, kondisinya masih gelap, sehingga mayoritas penumpang masih tertidur lelap, termasuk para guru pendamping.

Siti yang juga tertidur, mulai bangun ketika bus melintasi jalan dengan kontur berkelok dan naik turun. Kesadarannya belum penuh.

Tiba-tiba saja benturan keras terjadi, yang membuatnya bersama penumpang lain terbangun penuh. Kepanikan terjadi ketika bus melaju tanpa aturan, dibarengi teriakan histeris para penumpang.

"Semua histeris, lalu bus terguling, ada beberapa teman terjatuh dan mengalami luka-luka. Ketika bus mulai berhenti, saya menyaksikan tiga teman dalam kondisi tertindih bus, sama sekali tidak bergerak," cerita dia sembari mengusap air mata yang mulai mengucur deras.

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas