Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kadek Sudayasa Tewas Tertembak Rekannya Sesama Pemburu

Tanpa menunggu aba-aba, seorang pemburu langsung melepaskan tembakan ke arah cahaya yang diduga kuat sebagai mata lubak (musang).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kadek Sudayasa Tewas Tertembak Rekannya Sesama Pemburu
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi pemburu mati di tangan temannya sesama pemburu. 

TRIBUNNEWS.COM, TABANAN - Enam orang pria berburu di semak-semak Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali, Sabtu (9/12/2017) tengah malam.

Sesampainya di dekat Setra Banjar Dukuh, tiba-tiba muncul cahaya di antara rerimbunan pohon bambu.

Tanpa menunggu aba-aba, seorang pemburu langsung melepaskan tembakan ke arah cahaya yang diduga kuat sebagai mata lubak (musang).

Dor..dor...dor!

Sang pemburu meyakini tembakannya mengenai dengan tepat target yang dibidik.

Si lubak dipastikan telah mati.

Ia lalu mendekati target untuk mengambil bangkainya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun betapa kagetnya saat para pemburu ini mendapati kenyataan berbeda.

Yang terkena tembakan justru seorang rekan mereka sesama pemburu, yaitu I Kadek Sudayasa (36).

Sudayasa kemudian tewas karena tertembak pada bagian leher kanan.

Hingga Minggu (10/12/2017), jenazah warga Banjar Batusangian, Desa Gubug, Tabanan, itu masih di RSUP Sanglah, Denpasar, untuk dilakukan autopsi.

"Kami menunggu hasil autopsi. Pihak kepolisian ingin kepastian penyebab kematian kakak saya," kata saudara ipar korban, Pande Dedik, saat ditemui di rumah duka, kemarin.

Baca: Ran, Harimau Sumatera Tertua di Jepang Berusia 20 Tahun Mati

Pande Dedik menuturkan, kakak iparnya berada paling belakang saat berburu lubak bersama lima rekannya tersebut.

Korban tertinggal di belakang ketika teman-temannya berlari ke arah selatan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas