Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

''Jangan Kau Tagih Lagi Nak, Mungkin Negara Tak Punya Uang''

Sulaiman bin Abdullah pernah menagih pembayaran ke Bank Indonesia atas kepemilikan surat pemegang obligasi saat membantu Presiden Sukarno.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in ''Jangan Kau Tagih Lagi Nak, Mungkin Negara Tak Punya Uang''
Kolase Serambinews.com/Istimewa
Ibrahim Laweung menunjukkan obligasi pembelian pesawat pertama RI yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia Airways. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Kamaruzzaman

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Ibrahim Laweung (53) mengaku, ayahnya, Sulaiman bin Abdullah, pernah menagih pembayaran ke Bank Indonesia atas kepemilikan surat pemegang obligasi senilai Rp 8.600.

Kala itu, pihak Bank Indonesia malah mengatakan jika ayahnya tersebut terlambat datang. 

"Kata orang di BI saat itu, ‘Kok bapak telat sekali datang,’” Ibrahim Laweung menirukan ucapan sang ayah kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (23/3/3018).

Ibrahim menceritakan kembali penuturan ayahnya yang terjadi pada 20 tahun lalu.

Saat itu Ibrahim masih berusia sekitar 30 tahun dan diminta ikut mendampingi ayahnya ke kantor Bank Indonesia Banda Aceh, tapi hanya menunggu di luar.

Sedangkan ayahnya masuk ke dalam menjumpai pimpinan bank sentral.

Rekomendasi Untuk Anda

Sang ayah marah mendengar pimpinan Bank Indonesia berbicara seperti di atas.

Berita lengkapnya silakan simak di sini

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas