Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Sejumlah Wanita di Kudus Gelar Aksi Bagi Bunga untuk Menolak Calon Pemimpin Sombong

ejumlah perempuan yang menamakan diri sebagai Komunitas Cinta Damai menggelar aksi bagi-bagi bunga mawar di Alun-alun Kudus, Rabu (7/11/2018).

Sejumlah Wanita di Kudus Gelar Aksi Bagi Bunga  untuk Menolak Calon Pemimpin Sombong
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Aksi bagi bunga di Alun-alun Kudus, Rabu (7/11/2018). Aksi tersebut menyusul adanya ujaran dari salah satu Capres yang dinilai menyudutkan masyarakat Boyolali. 

Laporan Wartawam Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Sejumlah perempuan yang menamakan diri sebagai Komunitas Cinta Damai menggelar aksi bagi-bagi bunga mawar di Alun-alun Kudus, Rabu (7/11/2018).

Aksi kali ini merupakan reaksi atas ujaran yang keluar dari salah satu capres.

“Aksi ini mengajak untuk tidak membedakan suku, mulai dari raut muka yang berbeda, untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik,” kata salah seorang peserta aksi, Yvei Sudarmo.

Dalam aksinya, secara serempak mereka mengenakan kaus putih bertuliskan Iki Wajahku Wong Kudus. Mereka membagikan bunga mawar pada setiap pengendara yang melintas.

Di sela-sela aksi membagi bunga, seorang orator meminta agar tidak memilih pemimpin yang sombong dan sok kaya.

Calon pemimpin yang mengeluarkan ujaran perihal identitas kedaerahan yang justru akan membuat sakit hati.

“Lebih tepatnya harus lebih selektif dalam memilih pemimpin,” tutur Yvei.

Yvei mengatakan, calon pemimpin harus tahu kebutuhan rakyatnya. Di sisi lain juga harus bisa menghargai antarsatu dengan lainnya.

“Ke depan setiap elemen warga negara wajib harus saling mengasihi dan bersatu tanpa memandang suku, agama,” tuturnya.

Dalam aksinya, mereka juga berharap Indonesia tidak lagi ada yang membeda-bedakan antara elemen penduduk Indoensia. Hal itu dinilai akan membuat negeri ini lebih baik dan jauh dari konflik kedaerahan. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas