Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tak Punya Biaya Perbaiki Rumah, Suwarti Korban Longsor Prapatan Dalam Balikpapan Terpaksa Mengungsi

Suwarti, korban longsor di Prapatan Dalam Balikpapan terpaksamengungsi ke rumah kerabat karen atak punya biaya untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

Tak Punya Biaya Perbaiki Rumah, Suwarti Korban Longsor Prapatan Dalam Balikpapan Terpaksa Mengungsi
Tribun Kaltim/Rachmad Sujono
Pemilik rumah, Ibu Suwarti (55) saat melihat dinding teras rumahnya diterjang tanah yang longsor dari atas rumahnya, Jumat (11/1/2019). Kejadian tanah longsor yang berlangsung sejak Kamis (10/1/2019) pada pukul 20.00 Wita di wilayah Prapatan Rt.38 no.72 tersebut membuat rumah Suwarti rusak parah sehingga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya sampai menunggu bantuan dari pemerintah Kota Balikpapan. TRIBUN KALTIM/RACHMAD SUJONO 

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Suwarti (55), korban longsor di Prapatan Dalam Balikpapan terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat.

Pasalnya, rumahnya yang terletak di RT 38 kawasan Prapatan Dalam Balikpapan nomor 72, terkena dampak longsor yang terjadi pada Rabu (10/1/2019) malam.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ini mengaku sudah mulai menempati rumahnya sejak 23 tahun yang lalu, pada tahun 1995.

Menurut Suwarti, rumahnya memang sudah lama terdapat retak-retak, yang mengindikasikan ketidakstabilan dan pergeseran tanah.

Terlebih, jika hujan, air rembesan hujan akan masuk melalui retakan tersebut.

Kendati sudah tahu akan risiko longsor, tidak banyak yang bisa dia lakukan.

Saat ini, yang bisa ia lakukan hanyalah berharap uluran tangan pemerintah untuk membantu dirinya.

"Saya sih berharap agar pemerintah bisa betulin yang agak gimana gitu. Lebih bagus lah. Soalnya saya juga mau perbaiki sendiri juga 'ndak' bisa," ucapnya sambil merenungi rumahnya yang kini jebol akibat tekanan tanah yang terus bergerak.

Baca: Pasangan Suami Istri Tewas Setelah Menenggak Racun, Pesannya pada Adik Agar Dikubur Berdekatan

Sebenarnya, longsor semacam ini bukan hanya sekali terjadi. Ketua RT 38, Rahman, mengungkapkan, ini adalah yang ketiga kalinya terjadi.

"Ini sudah tiga kali kejadian. Dulu waktu kejadian kedua sudah kita perbaiki, tapi sekarang malah terjadi lebih parah," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas