Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pegiat Sosial di Kediri Bangunkan Rumah untuk Janda Pemulung

Para pegiat sosial lintas komunitas ini ikut kerja bakti menggali tanah untuk pondasi serta mengaduk adonan semen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pegiat Sosial di Kediri Bangunkan Rumah untuk Janda Pemulung
surya/didik mashudi
Pegiat lintas komunitas membangunkan rumah baru untuk Ny Peni, janda yang bekerja sebagai pemulung, di Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNNWS.COM, KEDIRI - Ny Peni (44) tak kuasa menahan haru saat belasan pegiat sosial dari lintas komunitas memulai gotong-royong menggali pondasi pembangunan rumahnya di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (10/3/2019).

Para pegiat sosial lintas komunitas ini ikut kerja bakti menggali tanah untuk pondasi serta mengaduk adonan semen. Pekerjaan pembuatan rumah itu juga melibatkan tukang dan kuli bangunan.

"Kami sangat berterima kasih telah dibangunkan rumah baru. Semoga kebaikan yang mulia ini mendapatkan balasan dari Tuhan," ungkapnya.

Ny Peni mengaku tidak dapat membalas kebaikan para pegiat sosial lintas komunitas. Apalagi pekerjaannya sehari-hari sebagai pencari barang rosokan atau pemulung hasilnya juga tidak seberapa.

"Kami tidak menyangka rumah kami yang dulu seperti gubuk dibuatkan rumah baru oleh bapak- bapak yang baik hati ini," ungkapnya.

Sebelumnya Ny Peni memang tinggal di rumah sangat sederhana bersama dengan dua anaknya yang masih kelas satu dan empat SD.

Namun dia memiliki sepetak tanah peninggalan orangtuanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya saja keluarga prasejahtera itu tertimpa musibah saat suaminya meninggal karena sakit.

Praktis, Peni kini harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.

Guna mencukupi kebutuhan setiap hari saja masih kurang, tidak mungkin Ny Peni memperbaiki apalagi membangun rumahnya.

"Uang dari mana untuk bangun rumah. Untuk blonjo setiap hari saja masih kurang," ujarnya.

Kisah duka keluarga Peni ini kemudian terdengar pegiat komunitas sosial. Setelah dilakukan survei, ternyata memenuhi prasyarat untuk dibangunkan rumah baru.

Arif, salah satu pegiat lintas komunitas mengungkapkan, pihaknya trenyuh melihat rumah keluarga Peni yang sangat tidak layak.

Ironisnya, meski memenuhi syarat mendapatkan bantuan, sampai sekarang Ny Peni juga belum pernah menerima bantuan.

"Kami bersama-sama dengan aktifis lintas komunitas kemudian urunan untuk membangunkan rumah. Ada sekitar 20 komunitas yang terlibat dan terkumpul dana sekitar Rp 20 jutaan," jelas Arif.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas