Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Kisah Suhendro, Dokter yang Mengoleksi Ratusan Surat Suara, Ada Koleksi Zaman Pemilu 1957

Sebagian masyarakat pun telah datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya dengan cara mencoblos.

Kisah Suhendro, Dokter yang Mengoleksi Ratusan Surat Suara, Ada Koleksi Zaman Pemilu 1957
Rifki Gozali/Tribun Jateng
Dokter Suhendro memperlihatkan lembaran surat suara terkuno miliknya, yakni dalam gelaran Pemilu 1957 dimana pesertanya kala itu ada 64 partai politik. 

TRIBUNNNEWS.COM, KUDUS - Gelaran Pemilu 2019 sudah berlangsung.

Sebagian masyarakat pun telah datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya dengan cara mencoblos.

Tak terlepas dari perhelatan pesta demokrasi di Indonesia itu, ada sisi lain yang menarik dan unik.

Di Kabupaten Kudus, ada seorang dokter yang ternyata memiliki hobi berkait pemilu.

Dokter Suhendro, begitu masyarakat setempat memanggilnya.

Baca: Disebut Paling Besar Mendapat Coattail Effect di Pilpres, PKB Jatim: Kami Tunggu Real Count

Baca: Syukuran Kemenangan Prabowo, Sandiaga Kembali Absen hingga Minta Lembaga Survei Pindah ke Antartika

Dia dikenal sebagai kolektor surat suara berikut pernak-perniknya.

Pria berusia 72 tahun yang tinggal di Jalan Tanjung Desa Kramat, RT 02 RW 03 Kecamatan Kota Kudus itu menuturkan alasannya mengoleksi benda-benda tersebut.

Menurutnya, karena tidak banyak orang punya, juga terhitung barang langka.

"Menurut saya, surat suara ini merupakan sesuatu yang langka. Tidak banyak orang berpikiran untuk mengoleksinya," kata Suhendro di kediaman sekaligus tempat praktiknya.

Pria kelahiran Tegal 26 Oktober 1946 itu membeberkan, naluri untuk mengumpulkan surat suara sudah dimilikinya sejak kecil.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas