Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bawa Jimat, Ditusuk Pisau Malah Bengkok, Pemuda Ini Tewas Setelah Kepalanya Dihantam Batu

Seorang pria mengaku memiliki banyak jimat, sehingga ia merasa tak mempan dibacok dan ditusuk oleh pisau.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Bawa Jimat, Ditusuk Pisau Malah Bengkok, Pemuda Ini Tewas Setelah Kepalanya Dihantam Batu
Ferri Amiril Mukminin/Tribun Jabar
Reka adegan pembunuhan sadis di Warungkondang, Kabupaten Cianjur 

TRIBUNNEWS.COM -- Seorang pria mengaku memiliki banyak jimat, sehingga ia merasa tak mempan dibacok dan ditusuk oleh pisau.

Namun, pria tersebut menemui ajalnya memang bukan dari sebuah pisau, tetapi karena dihantam batu.

Pria tersebut juga sempat ditusuk menggunakan pisau, dan pisau tersebut sempat bengkok.

Nasib berkata lain, pria yang kebal itu malah tewas saat dihantam batu di Cianjur.

Itulah hasil rekonstruksi pembunuhan di Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur yang dilakukan tiga pelaku pembunuhan sadis, saat reka adegan di perkebunan teh, Rabu (19/6/2019).

Baca: Gara-gara Masalah Baterai Gampang Terbakar, Apple Tarik Peredaran MacBook Pro 2015

Baca: Ketua DPR Dorong Evaluasi Sistem Zonasi PPDB

Baca: TERBARU Syarat PPDB Online 2019 SMP/SMA Jakarta, Lengkap dengan Link Unduh Formulir & Surat Kuasa

Baca: Jelang Ditutup, Gerai Giant Diserbu Konsumen yang Berburu Diskon

Ada tiga puluh reka adegan saat korban Abdulah Sobarudin (20) dihabisi secara sadis menggunakan golok, pisau, batu, dan besi tajam keling.

Selain disaksikan oleh ratusan warga, reka adegan juga disaksikan kerabat korban, Sudjana (35).

Rekomendasi Untuk Anda

Sudjana hadir di lokasi kejadian bersama istri dan anaknya.

Kerabat korban berharap pelaku dihukum sesuai perbuatan mereka dan tak ada lagi korban selanjutnya.

"Saya kebetulan dekat sini dan akan ada reka adegan, jadi saya kemari," ujar Sudjana.

Ia mengatakan, korban pamit dari rumah saat bulan puasa pada Sabtu (25/5/2019) malam.

"Pamitnya kepada keluarga mau main pergi Sabtu."

"Namun setelah itu, tiga hari menghilang," kata Sudjana.

Orangtua korban Esih (50) dan Obah (50), baru mengetahui keberadaan anaknya empat hari kemudian.

Hal itu setelah mereka melihat di media sosial Facebook.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas