Tribun

Sering Dicabuli Selama di Penjara, Asep Akhirnya Jadi Penyuka Sesama Jenis, Temannya pun Dibunuh

Saat menjalani hukuman itulah AM jadi korban sodomi, dan selama 15 tahun dalam penjara membuat ia ketularan dan menjadi seorang penyuka sesama jenis.

Editor: Dewi Agustina
Sering Dicabuli Selama di Penjara, Asep Akhirnya Jadi Penyuka Sesama Jenis, Temannya pun Dibunuh
Tribun Pekanbaru
Asep, tersangka utama dalam kasus pembunuhan sekaligus sodomi terhadap korban Junjung Siregar (21) yang telah diungkap tuntas oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan. 

Keesokan harinya mereka berangkat ke daerah Sorek untuk mensurvey lokasi untuk berjualan bakso yang dijanjikan laki-laki berkulit hitam itu.

Kasus penemuan jasad Junjung Siregar (22) yang terkubur di belakang rumah warga di Desa Petani Kecamatan Bunut pada Jumat (5/7/2019) lalu akhirnya terungkap.
Kasus penemuan jasad Junjung Siregar (22) yang terkubur di belakang rumah warga di Desa Petani Kecamatan Bunut pada Jumat (5/7/2019) lalu akhirnya terungkap. (Istimewa)

Masih merasa percaya, korban yang tercatat sebagai warga Sosa Kecamatan Hutaraja Kabupaten Padang Lawa itu tetap mengiyakan ajakan tersangka.

Ternyata tujuannya bukan ke Sorek, malah mereka langsung ke Desa Petani Kecamatan Bunut ke rumah kakak pelaku untuk menginap disana.

Korban dan pelaku menginap satu malam di rumah yang menjadi Tempat Kejadi Perkara (TKP) pembunuhan dan sodomi, dengan alasan mau mencari pekerjaan.

Bahkan mereka sempat makan bersama keluarga kakak korban bernama Ani Haryani.

"Keluarga kakaknya berangkat ke ladang, tinggal mereka berdua di dalam rumah. Disitulah terjadi pembunuhannya," tambah Kasat Teddy.

Kondisi rumah yang sepi membuat pelaku ingin menyodomi korban dan melampiaskan hasrat bejatnya.

Awalnya ia merayu pemuda itu dengan baik-baik agar mau berhubungan intim di kamar mandi, ternyata korban tetap saja menolak seperti kejadian pertama di rumah kosong di Pangkalan Kerinci.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan merilis kasus pembunuhan terhadap Junjung Siregar (21). Mayat Junjung ditemukan terkubur tak wajar di belakang rumah warga di Desa Petani Kecamatan Bunut. TribunPekanbaru/Johanes
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan merilis kasus pembunuhan terhadap Junjung Siregar (21). Mayat Junjung ditemukan terkubur tak wajar di belakang rumah warga di Desa Petani Kecamatan Bunut. TribunPekanbaru/Johanes (Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung)

Lantaran sudah dirasuki nafsu setannya, tersangka memaksa Junjung yang terus menolak.

Pria yang sudah dua kali gagal membangun rumah tangga itu mengambil sebatang kayu dan memukul pundak dan kepala bagian belakang korban hingga ia rubuh.

Tak sampai disitu saja, dalam kondisi korban setengah sadar, pelaku kemudian mengambil pisau dapur dan menikam korban dua kali di bagian dada serta perut.

Dalam kondisi luka parah dan bersimbah darah serta bagian dalam perut nyaris keluar, pelaku menelungkupkan tubuh korban di dalam kamar mandi.

"Disitulah pelaku melampiaskan orientasi seksualnya. Hingga akhirnya korban meninggal dunia," tandas Teddy.

Setelah hasratnya tersalurkan, residivis kasus pembunuhan itu mengambil sebuah cangkul dan menggali lubang sedalam satu meter di belakang rumah kakaknya.

Mayat korban ditarik hingga ke belakang dan ditelungkupkan di dalam liang itu dengan kondisi telanjang.

Baca: Rina Perintahkan Selingkuhannya Habisi Nyawa Andi Usai Suaminya itu Mengaku Hamili Wanita Lain

Selanjutnya lubang kembali ditutup memakai cangkul dan mebersihkan seluruh jejak pembunuhan itu.

Asep selanjutnya menghubungi kakaknya yang masih di ladang dan menyatakan hendak pulang ke Pangkalan Kerinci ke rumah kakaknya yang satu lagi.

Setelah kembali ke rumah, saksi Ani Haryani melihat ada gundukan aneh di belakang rumahnya pada Kamis (4/7/2019).

Namun ia mengurungkan niatnya untuk mencari tahu dan memilih berangkat ke Sorek.

Keesokan harinya, Jumat (5/7/2019), akhirnya Ani memberanikan diri menelisik galian tanah yang mencurigakan itu menggunakan cangkul.

Hingga akhirnya ia mendapati sesosok jasad mirip mayat manusia.

Ia terkejut dan melaporkan kepada masyarakat dan polisi atas temua itu.

Saat dibongkar semuanya ternyata benar, mayat seorang laki-laki bernama Junjung, teman adiknya Asep yang sebelumnya bermalam di rumahnya.

Baca: Muncikari Tawarkan Penyanyi Dangdut Layani Pria Hidung Belang, Tarifnya Hingga Rp 800 Ribu

Polisi pun melakukan evakuasi dan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan dan sodomi ini.

Hingga akhirnya Asep ditangkap di rumah kakaknya di Jalan Ambisi Pangkalan Kerinci tanpa perlawanan.

Kepada polisi ia mengakui semua perbuatannya membunuh korban dengan motif penyukai sesama jenis.

"Korban kita kenakan pasal 340 tentang pembunuhan junto 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati," tandas Teddy.

Dikubur Telanjang

Sebelumnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan Riau mulai mengungkap motif pembunuhan Junjung Siregar, (21), mayat yang ditemukan terkubur tak wajar di belakang rumah warga di Desa Petani Kecamatan Bunut pada Jumat (5/7/2019) pekan lalu.

Baca: Fairuz Menangis hingga Matanya Sembab karena Bahas Kasus Ikan Asin, Hotman Paris Buka Suara

Berdasarkan hasil penyidikan Satreskrim Polres Pelalawan tersangka AM (45) mengakui membunuh korban Junjung Siregar.

Kemudian jenazahnya dikubur dengan kondisi telungkup dan tak mengenakan pakaian di belakang rumah warga.

Padahal keduanya merupakan rekan kerja yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

"Sejak tersangka AM diamankan, ia sudah mengakui sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban.

Motifnya telah kita bongkar," tutur Kepala Polres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK, kepada tribunpelalawan.com, Senin (8/7/2019).

Bedasarkan hasil introgasi pelaku mengakui bahwa telah membunuh korban lantaran korban menolak untuk diajak berhubungan seksual di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah selesai bekerja.

Baca: Sebut Hubungannya dengan Sang Ayah Baik-baik Saja, Vanessa Angel Minta Jane Shalimar untuk Diam

AM juga mengakui mengidap kelainan seksual yang tertarik kepada sesama jenis.

Ia tertarik kepada laki-laki alias homoseksual.

Namun korban menolak ketika pelaku merayu melakukan hubungan seksual sejenis, karena Junjung merasa masih normal dan tidak tertarik dengan sesama jenis.

Hingga pembunuhan tragis itu terjadi dan nyawa pemuda asal Sosa Kecamatan Tanah Tinggi itu melayang.

"Pelaku mengaku tertarik dengan sesama jenis.

Bagaimana cara pelaku membunuh, itu sedang diurut kronologisnya," tambah Kaswandi.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul DUDA di Pelalawan Riau Jadi KORBAN Sodomi di PENJARA hingga Menyukai Sesama Jenis dan Tega Membunuh

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas