Calon Mahasiswi Diperkosa Lalu Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Semak Belukar
Korban diduga dibunuh pada Selasa 16 Juli 2019, pada saat pertama korban naik mobil penumpang yang dibawa MI.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, MALUKU UTARA - MI alias Rolan (35), tega menghabisi nyawa seorang gadis berinisial GK alias K (19), warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Usai dibunuh, mayat korban yang juga calon mahasiswi itu dibuang di semak belukar.
"Sebelum melakukan pembunuhan, pelaku memperkosa korban, lalu mengambil barang-barang dan membunuh korban. Dan di hari itu juga, pelaku membuang korban di Lelilef Weda," kata Dirkrimum Polda Maluku Utara Kombes (Pol) Anton Setiawan, dalam keterangan persnya, di Mapolres Tidore, Jumat (19/7/2019).
Korban diduga dibunuh pada Selasa 16 Juli 2019, pada saat pertama korban naik mobil penumpang yang dibawa MI.
Baca: Saat Digerebek Polisi, 7 Orang Pelaku Mesum Marah-marah dalam Keadaan Tanpa Busana
Baca: Intip Karaktermu Lewat Tes Kepribadian Berdasarkan Bulan Lahir
Sementara, mayat korban ditemukan pada Kamis (18/7/2019).
Saat ditemukan, mayat korban tertutup dengan terpal, dengan wajah yang sudah hitam serta celana jeans yang sudah berada di bawah lutut.
"Pelaku ditangkap di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, pada Kamis 18 Juli 2019 sekitar pukul 10.00 WIT," kata Anton.
Rolan yang juga residivis kasus pemerkosaan tahun 2006 itu menghabisi nyawa korbannya dengan cara menggunakan karet lis variasi kaca mobil yang diikatkan di leher korban sebanyak dua kali.
Sebelumnya, pada Selasa 16 Juli 2019, korban dari tempat tinggalnya menaiki mobil penumpang yang dibawa pelaku.
Saat itu, penumpang yang ada di dalam mobil hanya korban sendiri. Korban rencananya akan ke Ternate untuk mengikuti tes calon mahasiswa baru.
Namun, sebelum sampai di tujuan, mobil yang dibawa pelaku membelok dan melewati jalan lain.
Dari situ, pelaku lalu melancarkan aksinya.
Hilangnya GK selama dua hari membuat pihak keluarga dan kerabat korban bertanya-tanya dan sempat diviralkan di media sosial.
"Mungkin masyarakat mulai ikut merasa resah karena hilangnya K, kemudian munculah di medsos. Dan alhamdulillah itu lebih memudahkan kami," kata Anton.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.