Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jadi Otak Pembunuhan Suaminya, Jamaliah Divonis 20 Tahun

Jamaliah adalah otak di balik pembunuhan pada Jazuli bin Ismail, penjual es campur yang juga suaminya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Jadi Otak Pembunuhan Suaminya, Jamaliah Divonis 20 Tahun
IST
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jamaliah hanya bisa menangis ketika Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon memvonis hukuman penjara 20 tahun.

Jamaliah adalah otak di balik pembunuhan pada Jazuli bin Ismail, penjual es campur yang juga suaminya.

Jazuli ditemukan tewas dengan luka menganga di leher, September tahun 2018 silam.

Belakangan terungkap, pembunuhan itu dilakukan Musliadi yang tak lain selingkuhan Jamaliah.

Musliadi sendiri dihukum penjara seumur hidup, lebih ringan dari tuntutan jaksa yang hukuman mati.

Pembunuhan itu terbongkar atas kerja keras polisi.

Sandiwara Jamaliah memang tak rapi sehingga polisi bisa mengendus acting perempuan 30 tahun itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembunuhan pada Jazuli itu memang sudah direncanakan selama seminggu sebelumnya.

Bahkan, dalam melakukan aksinya, Jamaliah sampai meminta aktor pembunuh yakni Musliadi untuk memukulinya agar terkesan rumah mereka dirampok, termasuk menyerahkan emas.

Sandiwara Sang Istri

Jazuli Bin Ismail (34), penjual es campur asal Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara pada Sabtu (15/9) sekira pukul 02.30 WIB, ditemukan tewas mengenaskan di tempat tidur dalam kamar oleh istrinya, Jamaliah (30).

Jamaliah tersentak histeris ketika melihat suaminya bersimbah darah dengan leher tergorok.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim Iptu Refki Kholiddiansyah kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, pada Jumat (14/9) sekira pukul 22.00 WIB, Jamaliah tidur di kamar anaknya untuk menidurkan dua orang anak dia. Saat itu, korban meminta izin kepada istrinya hendak tidur di kamar utama atau kamar depan.

“Tanpa terasa, istri korban tertidur di kamar anaknya. Lalu, sekira pukul 02.30 WIB, Jamaliah mendengar suara motor jatuh yang berada di samping kamar. Kemudian, ia bangun dari tempat tidur dan melihat dua orang laki-laki yang diduga pelaku lari keluar melalui jendela samping rumah,” ujar Kasat Reskrim.

Merasa tak enak hati, ulas Iptu Refki, Jamaliah kemudian masuk ke dalam kamar utama, tempat suaminya tidur. Jamaliah tersentak dan langsung histeris ketika menemukan suaminya bersimbah darah dengan leher tergorok.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas