Tribun

Tukang Ojek di Wamena Berpenghasilan Rp 400 Ribu per Hari, Trauma dan Ingin Kembali Jadi Nelayan

Komandan Skadron 32 Letkol Pnb Suryo Anggoro mengatakan masih ada ribuan pengungsi yang berada di Wamena

Editor: Eko Sutriyanto
Tukang Ojek di Wamena Berpenghasilan Rp 400 Ribu per Hari, Trauma dan Ingin Kembali Jadi Nelayan
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Pengungsi dari Wamena, Papua, tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU, Selasa (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi yang berasal dari Jawa Timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal, pasca kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan Surya Malang Aminatus Sofya

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Tangis Siati (43) pecah kala tiba di Lanud Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang.

Perempuan asli Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu adalah salah satu pengungsi dari Wamena, Papua.

Di Wamena, Siati bekerja sebagai juru masak di perusahaan emas.

Dia berangkat ke Wamena bersama sang suami sejak tahun 2000,

“Suami saya meninggal tahun 2010. Saya kembali ke Probolinggo tapi kembali lagi Wamena,” tutur Siati (2/10/2019).

Tanggal 27 September saat kerusuhan di Wamena terjadi, Siati berada di kantor tempatnya bekerja.

Dia sedang memasak sayur asam dan menggoreng ikan untuk makanan para buruh pabrik.

Baca: Gunakan Pesawat Hercules, TNI Evakuasi 7000 Pengungsi Wamena ke Jayapura

“Tiba-tiba ada suara rusuh. Rumah dibakar, kantor dan semuanya ikut dibakar,” katanya.

Siati mengatakan situasi saat itu mencekam.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas