Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Cerita Kakek Suhendri Si Penjaga Hutan: Tolak Lahannya Dibeli Seharga Rp 10 Miliar Hingga Alasannya

“Saya tidak jual. Saya harap ada orang yang bisa melanjutkan merawat hutan ini meski pun bukan keluarga saya,” kata Suhendri

Cerita Kakek Suhendri Si Penjaga Hutan: Tolak Lahannya Dibeli Seharga Rp 10 Miliar Hingga Alasannya
(KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Kakek Suhendri saat berbincang bersama Kompas.com di hutan miliknya, Kamis (31/10/2019). 

“Banyak yang datang mau beli, tapi saya tidak mau. Apalagi mau bikin perumahan, saya tidak mau, lingkungan rusak," ungkap Suhendri saat berbincang di kediamannya, Kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Awal mula perjuangan Suhendri

Kakek dua anak ini menceritakan, saat pertama kali menginjak tanah Kalimantan Timur pertama kali pada 1971, dia bekerja sebagai pekerja proyek membangun asrama milik perusahaan kayu.

Saat itu juga sedang marak-maraknya bisnis kayu. Dia menyaksikan kayu ditebang, berhektar-hektar hutan gundul tanpa sisa.

 "Dari situ muncul motivasi. Saya akan merawat hutan. Saya kemudian beralih jadi petani tapi garap lahan orang lain," ujar dia.

Lalu, Suhendri melanjutkan, pada tahun 1979, dirinya membeli lahan seluas 1,5 hektar.

Saat itu ia beli dengan harga Rp 100.000.

Baca: Intip 7 Potret Awkarin Bantu Padamkan Api Karhutla di Kalimantan, Susuri Hutan Hingga Tulis Sindiran

Lahan itu dia gunakan untuk untuk bertani dengan konsep pertanian agroforestri, yaitu menggabungkan pepohonan dengan tanaman pertanian.

Awalnya, ia menanami komoditas pertanian seperti lombok, sayuran juga buah-buahan.

Lalu, tahun 1986 ia mulai tanam (pohon) kayu setelah mendapat bibit dari Bogor, Jawa Barat.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas