Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Puluhan Gajah Liar Mulai Menjauh dari Perkampungan Warga Setelah Dihalau 3 Ekor Gajah Jinak

Setelah dilakukan penggiringan menggunakan gajah jinak, puluhan ekor gajah liar mulai menjauh dari perkampungan.

Puluhan Gajah Liar Mulai Menjauh dari Perkampungan Warga Setelah Dihalau 3 Ekor Gajah Jinak
Foto Dok CRU Das Peusangan
Tim BKSDA Aceh menurunkan tiga ekor gajah jinak untuk menghalau puluhan gajah liar yang mendiami kawasan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu (1/12/2019). 

Peristiwa itu terjadi ketika sedang berada di kebun untuk memperbaiki saluran air.

Menurut cerita salah seorang warga yang mengalami kejadian dikejar gajah, Nasrullah (31), mereka berlima pada saat kejadian.

Ketika itu, mereka sedang memperbaiki saluran air tiba-tapi tiba-tiba terpergok gajah liar.

Hewan berbelalai panjang itu ke luar dari kebun warga.

Kondisi rumah warga di Dusun Sejahtera, Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (19/11/2019) malam dirusak gajah liar.
Kondisi rumah warga di Dusun Sejahtera, Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (19/11/2019) malam dirusak gajah liar. (Doc. Wasyarakat Rimba Raya)

"Saat itu, kami tidak pikir panjang, langsung lari berhamburan untuk menyelamatkan diri masing-masing," ujar Nasrullah, warga Kampung Rimba Raya.

Nasrullah menambahkan, saat kejadian itu ia ditemani empat warga lainnya.

Mereka sama-sama sedang memperbaiki saluran air.

Temannya itu adalah a Zamzami (35), Rahmad (20), Rizwan (23), Aris (18).

"Mungkin jaraknya antara kami dengan gajah hanya sekitar tujuh meter," akunya.

Melihat adanya muncul dari semak-semak, lanjut Nasrullah, ia bersama keempat rekanya langsung lari terbirit-birit.

Tim Rescue Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berusaha mengevakuasi anak gajah sumatera liar yang terjerat di kawasan lindung konsesi PT Arara Abadi (AA), Distrik Melibur,  Desa Lubuk Umbut, Kec Sungai Mandau, Kab Siak, Rabu (16/10/2019). Diperkirakan anak gajah jantan berusia setahun dengan berat sekitar 200 kg tersebut telah terkena jerat selama kurang lebih sebulan, namun baru diketahui pada Selasa (15/10/2019). Jerat yang diduga sengaja dipasang oleh warga untuk menjerat babi kerap mengancam satwa lainnya hingga dapat berakibat fatal. Gajah tersebut akhirnya ditempatkan di Pusat Latihan Gajah Minas. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Tim Rescue Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berusaha mengevakuasi anak gajah sumatera liar yang terjerat di kawasan lindung konsesi PT Arara Abadi (AA), Distrik Melibur, Desa Lubuk Umbut, Kec Sungai Mandau, Kab Siak, Rabu (16/10/2019). Diperkirakan anak gajah jantan berusia setahun dengan berat sekitar 200 kg tersebut telah terkena jerat selama kurang lebih sebulan, namun baru diketahui pada Selasa (15/10/2019). Jerat yang diduga sengaja dipasang oleh warga untuk menjerat babi kerap mengancam satwa lainnya hingga dapat berakibat fatal. Gajah tersebut akhirnya ditempatkan di Pusat Latihan Gajah Minas. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY (TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky)

Guna menyelamatkan diri ke rumah warga yang tidak jauh dari lokasi datangnya gajah.

"Kami lari berhamburan menuju arah yang tidak tentu. Tapi menuju ke rumah warga yang di dekat lokasi kejadian," tuturnya.

Namun dalam kejadian itu, ada hal unik.

Pada saat kelima warga ini panik tepergok gajah liar, tetapi mereka sempat merekam kejadian itu.

Hal itu terbukti dari salah satu ponsel milik korban.

Sembari berlari, mereka mengarahkan kamera ponsel ke arah gajah yang mulai mendekat.

"Kami berupaya merekam gajah liar itu. Tapi justru gajah semakin dekat ke arah kami. Makanya, kami langsung lari," ujar Nasrullah.

Tim Rescue Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berusaha mengevakuasi anak gajah sumatera liar yang terjerat di kawasan lindung konsesi PT Arara Abadi (AA), Distrik Melibur,  Desa Lubuk Umbut, Kec Sungai Mandau, Kab Siak, Rabu (16/10/2019). Diperkirakan anak gajah jantan berusia setahun dengan berat sekitar 200 kg tersebut telah terkena jerat selama kurang lebih sebulan, namun baru diketahui pada Selasa (15/10/2019). Jerat yang diduga sengaja dipasang oleh warga untuk menjerat babi kerap mengancam satwa lainnya hingga dapat berakibat fatal. Gajah tersebut akhirnya ditempatkan di Pusat Latihan Gajah Minas. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Tim Rescue Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berusaha mengevakuasi anak gajah sumatera liar yang terjerat di kawasan lindung konsesi PT Arara Abadi (AA), Distrik Melibur, Desa Lubuk Umbut, Kec Sungai Mandau, Kab Siak, Rabu (16/10/2019). Diperkirakan anak gajah jantan berusia setahun dengan berat sekitar 200 kg tersebut telah terkena jerat selama kurang lebih sebulan, namun baru diketahui pada Selasa (15/10/2019). Jerat yang diduga sengaja dipasang oleh warga untuk menjerat babi kerap mengancam satwa lainnya hingga dapat berakibat fatal. Gajah tersebut akhirnya ditempatkan di Pusat Latihan Gajah Minas. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY (TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky)

Pasca kejadian, kelima warga yang dikejar gajah liar tersebut, langsung melaporkan kejadian itu kepada Reje Kampung Rimba Raya.

"Benar, kemarin malam ada warga yang melapor dikejar gajah. Tapi, semuanya selamat," kata Reje Kampung Rimba Raya, Muklis yang dihubungi Serambinews.com, Rabu (27/11/2019) secara terpisah.

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, sudah belasan rumah warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dirusak kawanan gajah.

Kejadian itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

Selain itu, puluhan hektar kebun warga di daerah itu ikut hancur.

Akibat adanya konflik gajah dengan warga di kawasan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Alhasil, warga di daerah itu memberlakukan jaga malam di kampung masing-masing.(bud)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul BKSDA Aceh Halau Gajah Liar

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas