Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belajar dari Kasus Siswa SMK Bunuh Diri, Begini Peran Keluarga Agar Kasus Tidak Terulang

Belajar dari kasus bunuh diri yang dilakukan siswa SMK di Semarang, begini kata psikolog tentang peran keluarga untuk mencegah kasus itu terulang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
zoom-in Belajar dari Kasus Siswa SMK Bunuh Diri, Begini Peran Keluarga Agar Kasus Tidak Terulang
ISTIMEWA via TRIBUN JATIM / amazon.com
Korban, RH (kiri) - ILUSTRASI Surat (kanan) : Seorang siswa SMK di Surabaya ditemukan tewas gantung diri. Sebelum tewas, ia sempat menulis surat: Besok ketemu tiap malam Jumat. 

Menurut Adib, kadangkala remaja membandingkan hidupnya dengan hidup teman-temannya.

Tak jarang, hal itu ia lakukan tanpa melihat kondisi orangtuanya.

"Dia berharap bahwa orangtuanya bisa seperti orangtua teman-teman lain," kata Adib.

Lebih lanjut, Adib menyampaikan, penting bagi orangtua untuk memberi pengertian pada anaknya yang berusia remaja agar ia mampu menerima kenyataan hidupnya.

"Remaja harus mengerti hidup ke depan itu perlu dihadapi jadi bukan hanya menuntut orangtua tapi bagaimana mengerti orangtua," tuturnya.

Namun, Adib pun melarang orangtua untuk bersikap egois.

"Sebagai orangtua juga jangan egois atau keras kepala, misal anaknya sudah ngomong tapi nggak didengarkan gitu," kata Adib.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemauan-kemauan anak harusnya didengar juga jadi orangtua jangan memaksakan kehendak," tambahnya.

Kendati demikian, Adib tidak membenarkan orangtua yang selalu menuruti setiap kemauan anaknya.

Menurut Adib, yang tepenting adalah adanya ruang komunikasi antara orangtua dan anak.

"Tidak hanya mendengarkan lalu menuruti semua kemauan anak gitu, tapi bagaimana ketika nggak nurutin, orangtua memberi alasan," tutur Adib.

"Harus dikomunikasikan sehingga anak mengerti bahwa orangtua juga punya beban hidup, bahwa hidup ini memang ada beban masing-masing," lanjutnya.

Adib menambahkan, dengan mengerti adanya beban-beban hidup yang perlu dihadapi, seorang anak remaja akan memiliki karakter yang lebih kuat.

"Jadi tentang bagaimana remaja ini punya karakter yang kuat sehingga beban-beban itu mampu dihadapi, bisa ditanggulangi," tuturnya.

4. Tidak berkata negatif pada anak

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas