Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Susur Sungai

Seluruh Korban Susur Sungai Ditemukan, Berikut Identitas 10 Siswa SMPN 1 Turi yang Meninggal

Sepuluh korban tragedi susur sungai siswa SMPN 1 Turi Sleman di Sungai Sempor berhasil ditemukan setelah dua korban terakhir ditemukan, Minggu.

Seluruh Korban Susur Sungai Ditemukan, Berikut Identitas 10 Siswa SMPN 1 Turi yang Meninggal
Ist/Gandung Kusmardana
Proses evakuasi korban terakhir yang ditemukan Minggu (23/2/2020). 

Korban terlihat mengambang pada jarak 400 meter di sungai dengan kedalaman 2 meter kemudian berhasil dievakuasi.

"Anggota yang dikerahkan mencapai 249 orang dengan beberapa pembagian tim," kata Ketua Barsarnas Yogyakarta, Wahyu Efendi, dikutip Tribunjogja.com dari wawancara Kompas TV.

Sedangkan hasil update operasi SAR yang dirilis TRC BPBD DIY pada pukul 07.38 WIB menyebutkan:

Penampakan Sungai Sempor
Penampakan Sungai Sempor (Istimewa)

Update Ops SAR:

- 05:10 1 korban ditemukan

- 07:12 1 korban ditemukan

Keduanya ditemukan di Dam Mantras, Dukuh, Donokerto.

Detail informasi menunggu identifikasi DVI dan laporan resmi Posko SAR Gabungan.

Semoga Tuhan meridhoi kerja kemanusiaan kita semua."

Baca: Hoax, Berenang di Kolam yang Sama dengan Pria Bikin Wanita Hamil, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Baca: Ibu Kota Diguyur Hujan Deras Semalaman, Sejumlah Wilayah Tergenang Air

Guru Olahraga Jadi Tersangka

Musibah hanyutnya ratusan siswa SMP1 Turi, Sleman, yang mengakibatkan 8 orang tewas dan dua lainnya belum ditemukan, berbuntut panjang.

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan satu orang pembina pramuka yang juga guru SMPN 1 Turi sebagai tersangka terkait kejadian itu.

Hingga pukul 19.30 WIB, Sabtu (22/2/2020), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang.

Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Buka Suara, Mengaku Baru 1,5 Bulan Menjabat, 'Tak Tahu Ada Susur Sungai!'
Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Buka Suara, Mengaku Baru 1,5 Bulan Menjabat, 'Tak Tahu Ada Susur Sungai!' (Instagram @merapi_view)

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, menjelaskan ada delapan korban meninggal yang sudah dapat dievakuasi, dan satu korban lagi diperkirakan meninggal namun belum dievakuasi.

Sedang satu siswa masih dalam pencarian alias hilang.

"Dua nama yang masih kami cari adalah Yasinta Bunga Maharani dan Zahra," kata Kombes Yuliyanto.

Diungkapkan, sejauh ini polisi telah memeriksa 13 orang, tujuh di antaranya adalah pembina pramuka.

"Kami sudah menaikkan status seorang saksi, inisial IYA, menjadi tersangka. Saat ini, yang bersangkutan  sedang dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka," katanya.

Khoirunnisa, korban susur sungai SMPN 1 Turi dimakamkan (kiri), dokumentasi proses evakuasi (kanan)
Khoirunnisa, korban susur sungai SMPN 1 Turi dimakamkan (kiri), dokumentasi proses evakuasi (kanan) (TRIBUN JOGJA/HO/PUSDALOPS BPBD DIY, Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Tersangka IYA (36), pria kelahiran Sleman, merupakan pembina pramuka sekaligus guru olahraga di SMPN 1 Turi.

Yuliyanto menyebut IYA meninggalkan para siswa ketika mereka melakukan kegiatan susur di Sungai Sempor.

IYA juga merupakan inisiator atau yang mengusulkan dan penanggung jawab kegiatan susur sungai terhadap ratusan siswa SMP tersebut.

Namun, ternyata kegiatan itu tidak diberitahukan kepada warga yang mengelola Sungai Sempor sebagai kegiatan susur sungai.

Padahal, prosedur sebelum melakukan kegiatan harus ada survei dan pemberitahuan kepada pengelola sungai agar ada petugas berjaga untuk memantau kondisi arus.

Polisi mengenakan Pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Selain itu, tersangka dikenakan Pasal 360 KUHP, yaitu karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka‑luka.

Apakah ada kemungkinan tersangka bertambah?

Yuli menjawab, tergantung hasil pemeriksaan saksi‑saksi.

Menurutnya, polisi belum meminta keterangan dari siswa karena mereka masih mengalami trauma.

"Polda DIY juga menyiapkan petugas untuk trauma healing. Ketika mereka sudah masuk sekolah ada terapi secara psikologis kepada anak‑anak itu," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, sebanyak tujuh pembina pramuka terlibat dalam kegiatan susur sungai. Namun, satu orang tinggal di sekolah untuk menjaga barang‑barang para siswa.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban di Dam/Bendungan Lengkong pada Sabtu (22/2/2020) pukul 10.15 WIB.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban di Dam/Bendungan Lengkong pada Sabtu (22/2/2020) pukul 10.15 WIB. (BPBD DIY)

"Sebanyak enam orang ikut mengantar anak‑anak ke sungai. Dari enam orang itu, empat orang ikut turun ke sungai. Ada seorang yang meninggalkan lokasi karena ada keperluan. Sedangkan seorang lagi,  menunggu di titik finish yang berjarak sekitar 1 km dari start," terangnya.

Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  para murid yang melakukan aktivitas susur sungai ini berjumlah 249 orang, rinciannya kelas 7 sejumlah 124 orang dan kelas 8 sejumlah 125.

Posko mencatat 216 orang selamat sedangkan 23 lainnya luka‑luka.

Musibah tersebut terjadi diperkirakan karena arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba‑tiba dari hulu sungai. Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka‑luka. (Tribunnews/tribunjogja.com)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas