Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengaku Lupa Baru Bebas, Adrian Menjambret Lagi Seusai Terima Program Asimilasi

Adrian baru keluar dari Rutan Kelas I Bandung setelah menjalani dua tahun hukum kasus pencurian dengan kekerasan.

Mengaku Lupa Baru Bebas, Adrian Menjambret Lagi Seusai Terima Program Asimilasi
KOMPAS.com/THINKSTOCKS/ADRIAN HILMAN
Ilustrasi jambret 

Mega Nugraha/Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pengakuan menarik dilontarkan Adrian Ilyah Hanafi (20) saat tertangkap seusai menjambret ponsel seorang pengendara motor.

Dia mengaku lupa masih menjalani proses asimilasi lantaran baru bebas dari penjara saat melakukan aksi penjambretan tersebut.

Aksi itu dilakukan Adrian pada 7 April lalu.

Berboncengan sepeda motor dengan temannya, Maulana Effendi (21), dia menjambret ponsel pengendara roda dua yang sedang berhenti di perempatan Jalan Astana Anyar - Jalan Pagarsih.

Padahal warga Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung itu baru keluar dari Rutan Kelas I Bandung setelah menjalani dua tahun hukum kasus pencurian dengan kekerasan.

Dia bebas pada 2 April lewat program asimilasi dan integrasi dari Kemenkum HAM, program untuk mempercepat pemulangan narapidana untuk mencegah penularan virus corona serta mengurangi tahanan over kapasitas.

Senin 13 April, Adrian dan Effendi ditangkap di Kantor Bapas di Jalan Ibrahim Adjie‎ dan kini ditahan di Mapolsek Astana Anyar.

Adrian bercerita, saat peristiwa itu, ia memang tidak berniat untuk menjambret.

Apalagi, penjambretan dilakukan siang hari pukul 11.30.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas