Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Eks Asisten Apoteker yang Mengklaim Temukan Obat Virus Corona Terancam Kena Sanksi Pidana

"Ancaman pidananya paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar," ujar Plt BBPOM Pontianak, Ketut

Eks Asisten Apoteker yang Mengklaim Temukan Obat Virus Corona Terancam Kena Sanksi Pidana
net/google
Ilustrasi obat. 

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Seorang eks asisten apoteker asal Pontianak bernama Fachrul Lutfi terancam pidana.

Hal tersebut lantaran dia mengklaim berhasil menemukan obat Formav-D yang diyakini bisa mengobati virus corona atau Covid-19.

Baca: Hasil Survei SMRC: Warga Jabar Miliki Kesadaran Paling Rendah akan Bahaya Virus Corona

Fachruk Lutfi diduga melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman pidananya paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar," ujar Plt Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Kalimantan Barat, Ketut Ayu Srwetini seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia, produk herbal atau sediaan obat tradisional tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia.

Hal tersebut, kata Ketut, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional.

Saat ini, BBPOM Pontianak, Kalimantan Barat tengah menguji kandungan obat Formav-D yang diklaim sebagai obat virus corona (Covid-19).

"Produk yang diberi label “anti virus” atau Formav-D itu memiliki kandungan CTM atau klorfeniramin maleat dan natrium diklofenac," kata Ketut.

Diberitakan sebelumnya, mantan asisten apoteker asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Fahrul Lutfi mengklaim temuannya 10 tahun lalu,

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas