Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Modus Pria di Bojonegoro Jebak 25 Gadis Foto Vulgar, Ancam Denda Rp 60 Juta jika Hasil Tak Bagus

Seorang pria yang berprofesi sebagai guru di Bojonegoro, menjebak puluhan gadis untuk berfoto vulgar, bahkan menyetubuhi sejumlah korbannya.

Modus Pria di Bojonegoro Jebak 25 Gadis Foto Vulgar, Ancam Denda Rp 60 Juta jika Hasil Tak Bagus
SURYA MALANG / M Sudarsono
MH saat ungkap kasus - Seorang pria yang berprofesi sebagai guru di Bojonegoro, menjebak puluhan gadis untuk berfoto vulgar, bahkan menyetubuhi sejumlah korbannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria yang berprofesi sebagai guru SMP di Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku sebagai fotografer untuk menjebak puluhan gadis berpose vulgar, bahkan menyetubuhi sejumlah korbannya.

MH, pria asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro ini mengenal para korbannya melalui media sosial Facebook.

Dari situlah ia menawarkan keahliannya memotret kepada para korban.

Dikutip Tribunnews dari Surya Malang, MH menerapkan perjanjian sebelum pemotretan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, mengatakan MH mengancam korban harus membayar denda jika hasil foto tak bagus.

Baca: Istri Terbangun dari Tidur, Curiga Dengar Suami Suruh Anaknya Pakai Baju Lagi

Baca: Gadis 9 Tahun Lompat ke Balkon Tetangga untuk Selamatkan Diri dari Aksi Pelecehan Ayah Tiri

Tak hanya itu, korban juga diancam untuk berfoto tanpa busana.

MH, pria yang berprofesi sebagai guru SMP di Bojonegoro, Jawa Timur, telah memperdayai 25 gadis untuk berfoto vulgar.
MH, pria yang berprofesi sebagai guru SMP di Bojonegoro, Jawa Timur, telah memperdayai 25 gadis untuk berfoto vulgar. (SURYA MALANG / M Sudarsono)

Jika hasil foto tanpa busana juga tak bagus, MH kembali mengancam para korbannya dengan memberi mereka tiga pilihan.

Yaitu menjadi kekasihnya, disetubuhi, atau membayar denda sebesar Rp 60 juta.

"Foto awal pakaian penuh, lalu seksi, kemudian vulgar."

"Para korban menuruti foto telanjang karena merasa tidak ada pilihan," terang Budi saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020).

Halaman
1234
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas