Belajar dari Tewasnya Pendaki di Gunung Lawu, Berikut Tips Mendaki Agar Terhindar dari Hipotermia
Relawan Tim SAR Solo, Ari Kristyono memberikan tips bagaimana mendaki yang baik agar terhindar dari hipotermia berat.
Tayang:
Penulis:
Inza Maliana
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Seorang pendaki tengah menyusuri padang sabana di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jalur Sembalun terkenal dengan padang sabana dan bukit-bukit yang indah sebelum mencapai ke punggung Gunung Rinjani, yakni Plawangan-Sembalun. Diketahui, Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl adalah gunung tertinggi ke-3 di Indonesia setelah Cartenz Pyramid di Papua dan Gunung Kerinci di Sumatera
Disamping itu, saling memperhatikan di dalam kelompok sangatlah penting.
Terlebih, bila ada seorang teman yang dicurigai mengalami gejala hipotermia.
Gejala tersebut seperti lemas tidak bertenaga, kesadarannya mulai berkurang, dan suhu tubuhnya menurun.
"Kalau sudah ada gejala hipotermia jangan ragu-ragu diajak turun."
"Jangan disuruh turun, tapi ditemani, karena itu usaha preventif yang paling efektif," kata Ari.
Sebab, bila dipaksakan, semakin tinggi mendaki bisa semakin dingin dan kadar oksidennya semakin menipis.
"Jangan ambil resiko, lebih baik turun."
"Minimal dua orang yang sudah hafal jalan, lebih baik menemani," pungkas Ari.
(Tribunnews.com/Maliana)
Berita Populer