Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belajar dari Tewasnya Pendaki di Gunung Lawu, Berikut Tips Mendaki Agar Terhindar dari Hipotermia

Relawan Tim SAR Solo, Ari Kristyono memberikan tips bagaimana mendaki yang baik agar terhindar dari hipotermia berat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
zoom-in Belajar dari Tewasnya Pendaki di Gunung Lawu, Berikut Tips Mendaki Agar Terhindar dari Hipotermia
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Seorang pendaki tengah menyusuri padang sabana di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jalur Sembalun terkenal dengan padang sabana dan bukit-bukit yang indah sebelum mencapai ke punggung Gunung Rinjani, yakni Plawangan-Sembalun. Diketahui, Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl adalah gunung tertinggi ke-3 di Indonesia setelah Cartenz Pyramid di Papua dan Gunung Kerinci di Sumatera 

Disamping itu, saling memperhatikan di dalam kelompok sangatlah penting.

Terlebih, bila ada seorang teman yang dicurigai mengalami gejala hipotermia.

Para pendaki yang turun dari Gunung Lawu via jalur pendakian Candi Cetho, Sabtu (16/11/2019)
Para pendaki yang turun dari Gunung Lawu via jalur pendakian Candi Cetho, Sabtu (16/11/2019) (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Gejala tersebut seperti lemas tidak bertenaga, kesadarannya mulai berkurang, dan suhu tubuhnya menurun.

"Kalau sudah ada gejala hipotermia jangan ragu-ragu diajak turun."

"Jangan disuruh turun, tapi ditemani, karena itu usaha preventif yang paling efektif," kata Ari.

Sebab, bila dipaksakan, semakin tinggi mendaki bisa semakin dingin dan kadar oksidennya semakin menipis.

"Jangan ambil resiko, lebih baik turun."

Rekomendasi Untuk Anda

"Minimal dua orang yang sudah hafal jalan, lebih baik menemani," pungkas Ari.

(Tribunnews.com/Maliana)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas