Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemkot Malang Waspadai Klaster Baru Covid-19, 20 Pendemo Dinyatakan Reaktif

Dinas Kesehatan Kota Malang berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait potensi penyebaran Covid-19 usai unjuk rasa.

Pemkot Malang Waspadai Klaster Baru Covid-19, 20 Pendemo Dinyatakan Reaktif
Istimewa/Tribunnews
Demo Tolak Omnibus Law di Malang Ricuh, Lemparan Batu dan Bom Molotov sasar Gedung DPRD 

TRIBUNNEWS.COM - Tercatat 20 dari 129 pendemo yang diamankan oleh jajaran Polresta Malang dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid tes.

Hal itu membuat Dinas Kesehatan Kota Malang mewaspadai munculnya kasus positif Covid-19 setelah demonstrasi berujung kericuhan di depan Balai Kota Malang, Kamis (8/10/2020).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, ada potensi munculnya klaster penyebaran Covid-19 akibat demonstrasi yang diikuti ribuan orang itu.

"Iya, potensi ke arah sana ada (munculnya klaster akibat demonstrasi)," kata Husnul, di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Jumat (9/10/2020).

Baca: Imbas Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Pemkot Malang Rugi hingga Rp 200 Juta: Ini Kericuhan Demo Terparah

Baca: Pendemo Tolak UU Cipta Kerja Lempari Batu, Pameran Batik di DPRD Kota Malang Bubar, Pengrajin Panik

Polresta Malang mengamankan 129 demonstran dalam demo yang berujung kericuhan tersebut.

Ratusan orang itu menjalani rapid test Covid-19. Hasilnya, 20 orang dinyatakan reaktif.

Polisi akan mengambil sampel cairan tenggorokan 20 orang tersebut untuk diperiksa berdasarkan metode polymerase chain reaction (PCR).

Demo Tolak Omnibus Law di Malang Ricuh, Lemparan Batu dan Bom Molotov sasar Gedung DPRD
Demo Tolak Omnibus Law di Malang Ricuh, Lemparan Batu dan Bom Molotov sasar Gedung DPRD (Istimewa/Tribunnews)

Dinas Kesehatan Kota Malang akan berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait potensi penyebaran Covid-19 usai demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja itu.

Husnul juga mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami tetap berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait hal itu, dan juga terus mengingatkan warga tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan," kata Husnul.

Baca: Gerakan Sosial, Teuku Wisnu Sediakan Ambulance Untuk Korban Demo di Malang

Ribuan buruh dan mahasiswa berkumpul di depan DPRD dan Balai Kota Malang pada Kamis (8/10/2020). Mereka melakukan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Menjelang sore, demontrasi itu berujung ricuh. Massa melempari Balai Kota dan DPRD Kota Malang dengan batu.

Sejumlah mobil yang terparkir di Balai Kota Malang juga dirusak. Satu mobil patroli milik Satpol PP Kota Malang juga dibakar massa.

Sebanyak 1.855 kasus positif Covid-19 tercaat di Kota Malang hingga Jumat (9/10/2020). Sebanyak 1.609 orang sembuh, 181 meninggal, dan sisanya dirawat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 20 Pedemo Reaktif Rapid Test Covid-19, Pemkot Malang Waspada Klaster Demonstrasi

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas