Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pedagang Ikan Cupang dan Manisan Jadi Korban Peredaran Uang Palsu di Palembang

Marak peredaran uang palsu di Palembang dalam tiga bulan terakhir, pedagang ikan cupang dan manisan jadi korbannya.

Pedagang Ikan Cupang dan Manisan Jadi Korban Peredaran Uang Palsu di Palembang
SRIPOKU/Bayazir Al Rayhan
Aldo pedagang ikan cupang di Palembang memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 50 ribu yang ia terima, Kamis (29/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Peredaran uang palsu atau upal di Kota Palembang, Sumatera Selatan sangat meresahkan pedagang.

Dalam tiga bulan terakhir, sejumlah pelaku usaha menjadi korbannya.

Mereka menerima uang palsu pecahan Rp 50 hingga Rp 100 ribu.

Baca juga: Wanita Paruh Baya Gunakan Uang Palsu Rp 100 Ribu Beli Udang dan Mie di Pasar Bendungan Wates

Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran 4.973 Lembar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Pesanan Warga Semarang

Aldo, warga Jalan Tanjung Burung, Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang menjadi korbannya.

Pedagang ikan cupang yang juga memiliki usaha jasa kurir barang di Palembang ini dua kali menerima uang palsu.

Dia merasa sangat dirugikan dengan peredaran uang palsu tersebut.

Dikatakan Aldo, dirinya menerima uang palsu tersebut dari beberapa kurir pengantaran barang dagangannya.

Pada saat menerima uang dari kurirnya tersebut, terdapat uang pecahan Rp 100 ribu berjumlah dua lembar yang mencurigakan.

"Waktu mereka sampai di rumah dan menyerahkan uang itu ada uang yang mencurigakan, itu karena tidak ada label dari Bank Indonesia.

Kemarin juga dapat lagi uang palsu pecahan Rp 50 ribu," kata Aldo, Kamis (29/10/2020).

Ilustrasi uang palsu
Ilustrasi uang palsu (ISTIMEWA)
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas