Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Oknum PNS di Aceh Rudapaksa Anak Kandung, Organ Intim Korban Ada Luka Lecet dan Pelaku Masih Bantah

Terhadap tersangka SU dijerat Pasal 49 Jo Pasal 47 Qanun Aceh, Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat

Oknum PNS di Aceh Rudapaksa Anak Kandung, Organ Intim Korban Ada Luka Lecet dan Pelaku Masih Bantah
For Serambinews.com
Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani (kiri) didampingi penyidik menghadirkan SU (46) tersangka pemerkosaan terhadap anak kandungnya di ruang konferensi pers Satuan Reskrim, Banda Aceh, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Misran Asri

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - SU (46), oknum PNS di lingkungan Pemko Banda Aceh yang ditangkap, karena diduga lakukan rudapaksa anak kandungnya, sebut saja Kembang (4 tahun) bukan nama sebenarnya, tak mengakui perbuatannya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, SIK, Rabu (17/2/2021) mengatakan, tersangka SU tidak mengakui perbuatannya memperkosa anak kandungnya, Kembang.

Korban kepada penyidik serta psikiater bahwa pelaku pemerkosaan tersebut ayah kandungnya SU yang menjemputnya dari sekolah pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu.

“Keterangan polos balita tersebut sesuai dengan yang dilaporkan oleh ibu korban,” kata AKP Ryan.

Lalu, dari pemeriksaan yang dilakukan seorang bidan yang kebetulan kakak dari ibu korban, pada Senin, 18 Januari 2021 lalu atau empat hari setelah perbuatan asusila itu dilakukan tersangka SU, yakni pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu,  di bagian kemaluan bocah perempuan malang itu ditemukan lecet serta ada cairan putih.

Baca juga: Seorang Anak di Bawah Umur Dirudapaksa 5 Remaja di Lapangan, Korban Datang karena Hendak Diberi Uang

Pemeriksaan itu dilakukan oleh bidan (kakak ibu korban) setelah, Kembang mengeluhkan sakit di bagian kemaluannya.

Mendengar penuturan polos dari anaknya tersebut, sehingga ibu kandung korban itu langsung membawa kepada kakaknya yang kebetulan seorang bidan.

“Begitu awalnya dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya yang masih anak di bawah umur itu terungkap,” tambah Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani, STrK.

Terhadap tersangka SU dijerat Pasal 49 Jo Pasal 47 Qanun Aceh, Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Halaman
12
Penulis: Misran Asri
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas