Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anak SD Beli Voucher Game Rp 800 Ribu, Orangtua Marah ke Kasir Indomaret, Ancam Lapor Polisi

Viral di media sosial, video orang tua bocah marah-marah dan meminta pengembalian uang kepada kasir Indomaret

Anak SD Beli Voucher Game Rp 800 Ribu, Orangtua Marah ke Kasir Indomaret, Ancam Lapor Polisi
ist
Kasir Indomaret Simpang Mayang Perdagangan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang diminta bertanggung jawab atas voucher game online yang telah dibeli seorang anak senilai Rp 800.000.(Tangkapan layar Instagram). 

Namun, dirinya belum memastikan apakah transaksi pembelian voucher game online dapat dilakukan oleh anak di bawah umur.

Kendati demikian, kata Wiwiek, kasir Indomaret saat itu telah menanyakan tujuan pembayaran dari transaksi yang dilakukan si anak tersebut.

"Melakukan transaksi secara online dan bayarnya di Indomaret. Sama seperti belanja online. Kita hanya sarana pembayaran saja. Pengakuan si anak kepada kasir itu (pembelian voucher game) untuk abangnya. Katanya seperti itu informasi sementara yang kita terima," jelas Wiwiek.

Terkait persoalan ini pada prinsipnya pihak Indomaret beritikad baik dan berupaya mencari solusi dengan orangtua si anak.

Ia juga berharap para orangtua dapat melakukan pengawasan lebih terhadap anak mereka.

Minta Maaf

Orangtua yang memarahi kasir Indomaret karena anaknya membeli voucer game online meminta maaf.

Dalam video permintaan maaf, Azhar Efendi, ayah si anak, menjelaskan bahwa kemarahan terhadap kasir Indomaret murni karena ketidaktahuannya dalam sistem pembelian voucer.

"Hal ini murni karena ketidaktahuan saya atas sistem pembelian voucer game online yang dibeli anak saya, sehingga saya larut dalam emosi," ujar Azhar.

Azhar menegaskan bahwa dia dan pihak Indomaret telah sepakat menyelesaikan hal tersebut secara kekeluargaan.

Selain Azhar , tampak juga dalam video tersebut kasir yang dimarahi oleh Azhar dan seorang pria berkemeja.

Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf juga menyampaikan bahwa permasalahan antara pihak Azhar dan kasir Indomaret telah selesai.

"Masalahnya sudah kita selesaikan dengan kekeluargaan. Bertepatan dengan menjelang Idul Fitri. Jadi pas tidak ada beban dapat merayakan Idul Fitri," ujar Wiwiek saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial video seorang ayah di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), memarahi kasir Indomaret Simpang Mayang yang beralamat di Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas.

Ayah tersebut protes karena kasir mengizinkan anaknya membeli voucer game seharga Rp 800.000.

"Kalau dia dewasa mau lepas tangan oke, tapi dia di bawah umur," kata orangtua anak di dalam video yang beredar.

Pria itu kemudian ngotot meminta pihak Indomaret bertanggung jawab.

Seorang kasir Indomaret kemudian menawarkan kepada orangtua anak tersebut untuk menghubungi call center dari penyedia game.

Namun, orangtua anak kekeh bahwa pihak Indomaret yang bertanggung jawab.

"Kalau dia dewasa mau lepas tangan oke, tapi dia di bawah umur," ujar orangtua anak.(Tribunnews.com/Kompas.com/Serambi/Tribunmedan)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Penjelasan Pihak PT Indomaret Terkait Video Viral, Kasirnya Dimarahi Seorang Pria

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Tak Terima Anaknya Top Up Game Online Rp 800.000, Bapak Ini Marah ke Kasir hingga Ancam Lapor Polisi

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas