Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kisah Kiai Busyro Syuhada, Jawara Asal Banjarnegara Guru Silat Jenderal Soedirman

Pusara di sebuah lahan sempit yang berada di belakang masjid Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, menyimpan sebuah cerita sejarah.

Kisah Kiai Busyro Syuhada, Jawara Asal Banjarnegara Guru Silat Jenderal Soedirman
Istimewa/ Tribunpantura.com
Makam Kiai Busyro Syuhada guru Jenderal Soedirman di Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara. 

Sayang Fuad tak mengetahui cerita lebih lengkap perihal hubungan guru-murid Kiai Busyro dengan Jenderal Soedirman.

Baca juga: Ketua DPD PDIP Jateng Sebut Ganjar Pranowo Terlalu Berambisi untuk Nyapres

Hanya yang ia tahu, setelah berguru ke Mbah Busyro, Soedirman sempat berceramah pada acara gerakan kepanduan Hizbul Wathan di dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

“Habis di Banjar, dia diundang untuk ceramah Hizbul Wathan di Batur,” katanya

Guru Jenderal Soedirman ini jelas bukan orang sembarangan.
Busyro Syuhada adalah jawara silat yang kesohor di zamannya.

Ia memenangi banyak pertarungan dan sayembara di berbagai daerah.

Di antara pertarungan yang membuatnya kondang adalah ketika melawan seorang warga Belanda.

Pria Belanda itu mulanya sempat sesumbar.

Fuad menceritakan, ia menantang orang Indonesia yang paling kuat untuk melawannya.

Tantangan itu sampai ke telinga Busyro.

Ia menyambut tantangan orang asing itu.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas