Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kisah Kiai Busyro Syuhada, Jawara Asal Banjarnegara Guru Silat Jenderal Soedirman

Pusara di sebuah lahan sempit yang berada di belakang masjid Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, menyimpan sebuah cerita sejarah.

Kisah Kiai Busyro Syuhada, Jawara Asal Banjarnegara Guru Silat Jenderal Soedirman
Istimewa/ Tribunpantura.com
Makam Kiai Busyro Syuhada guru Jenderal Soedirman di Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara. 

Jenderal Soedirman mendaftar sebagai murid di padepokan yang diasuh kiai Busyro.

Bangunan padepokan yang berada di sisi jalan nasional itu kini sudah tak berbekas.

Baca juga: Mentan SYL di Indonesia Food Summit 2021: Pertanian Adalah Tanggung Jawab Bersama

Lahan padepokan telah disulap menjadi Rumah Sakit Islam (RSI) Bawang, Banjarnegara.

Di padepokan itu, Soedirman bersama santri lainnya dari berbagai daerah digembleng dengan ilmu bela diri dan spiritual.

Tetapi Fuad tak mengetahui persis materi spesifik yang diajarkan kakeknya kepada Jenderal Soedirman.

“Yang diajarkan silat dan ilmu rohani,” kata Fuad, cucu KH Busyro Syuhada, Selasa (25/5/2021)

Jenderal Soedirman tak lama menimba ilmu di padepokan, hanya 21 hari.

Tetapi di waktu yang singkat itu, Soedirman benar-benar total belajar.

Keseriusannya ia buktikan dengan menetap atau tinggal di langgar padepokan.

Sehingga, ia bisa maksimal menyerap ilmu dari sang guru.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas