Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BNPB: Dua Rumah Warga Kota Binjai Rusak Akibat Angin Kencang

Angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, mengakibatkan kerusakan rumah warga. 

BNPB: Dua Rumah Warga Kota Binjai Rusak Akibat Angin Kencang
ist
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BINJAI – Angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, mengakibatkan kerusakan rumah warga. 

Peristiwa ini berlangsung pada Senin (31/5/203)21) pukul 15.30 WIB. 

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai menginformasikan dua rumah warga rusak berat dan 12 lainnya rusak ringan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Kerusakan akibat angin kencang ini terjadi di tiga kelurahan pada 2 kecamatan, yaitu Kelurahan Jati Makmur dan Pahlawan (Kecamatan Binjai Utara) dan Kelurahan Sumber Mulyorejo (Binjai Timur). 

Baca juga: Mahfud MD Sanjung Eks Kepala BNPB Doni Monardo: Pekerja Keras yang Sangat Berdedikasi

Fenomena cuaca ini berdampak pada 14 Kepala Keluarga (KK).

Sejauh ini tidak ada informasi korban luka-luka akibat peristiwa ini. 

"BPBD telah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan serta masyarakat setempat untuk melakukan pendataan dan evakuasi pohon yang tumbang," ucap Raditya. 

Berdasarkan analisis prakiraan cuaca BMKG, wilayah Sumatera Utara masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga esok, Rabu (2/6/2021). 

Sedangkan pada analisis cuaca tingkat kecamatan, dua wilayah kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan hingga sedang pada hari ini. 

Sementara itu, pada Senin (31/5), analisis BMKG menunjukkan adanya siklon tropis Choi-Wan yang dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sekitar wilayah Indonesia. 

BMKG mengeluarkan pemutakhiran analisis wilayah dengan potensi tersebut, antara lain wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Maluku.

Di samping ancaman bahaya di daratan, potensi cuaca ekstrem juga dapat terjadi di perairan.

Analisis cuaca BMKG mencatat potensi prakiraan tinggi gelombang pada hingga esok hari. 

BNPB dan BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu memonitor prakiraan cuaca melalui sumber resmi, seperti Info BMKG.

Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan sehinngga kesiapsiagaan dan kewaspadaan dapat dilakukan sejak dini. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas