Pemuda di Jogja Dikeroyok hingga Tewas, Ayah Gelisah dan Tak Bisa Tidur saat Malam Kejadian
Pemuda di Yogyakarta menjadi korban pengeroyokan hingga tewas. Korban dikeroyok sejumlah orang saat diajak temannya bertemu dengan para pelaku.
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Meski terlihat lemah, Suparjiman tidak mau berdiam diri di rumah.
Dia pun mengantarkan sang anak bungsu ke tempat peristirahatan terakhir, tak jauh dari tempat tinggalnya.
Baca juga: Pembunuh Mantan Istri di Kabupaten Malang Menyerahkan Diri, Korban Dicekik Hingga Tewas
Tak Bisa Tidur Nyenyak
Suparjiman pun bercerita detik-detik dirinya mendapat kabar saat putranya dinyatakan meninggal.
Sejak pukul 02.00 WIB dini hari, dia mengaku tidak bisa tidur nyenyak.
Suparjiman mendadak gelisah ketika ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.
Akibat ketukan tersebut, tubuhnya terjaga, tidak mampu kembali beristirahat di kamar, meski sebenarnya dia mengantuk.
“Rumah saya diketuk seseorang sekitar jam 02.00 dini hari tadi (Kamis). Orang itu mencari kakaknya DW. Terus saya keluar dan saya dengarkan apa saja percakapan mereka,” bukanya kepada Tribun Jogja di kediaman sebelum kedatangan jenazah DW.
Dini hari yang dingin, banyak teman DW berkumpul di depan rumah.
Mereka cukup berisik membicarakan tentang DW yang menjadi korban pengeroyokan.
Tak disangka, ketukan tersebut adalah pertanda bahwa DW telah tiada.
Dia meninggal dunia di Jalan Ki Amri Yahya, Kota Yogyakarta, akibat dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal.
Hati Suparjiman miris mendengarnya. Dia bisa menahan tangis, meski tidak kuasa menitikkan air dari mata.
"Saya dengarkan saja itu pembicaraan mereka. Ternyata ada kejadian pengeroyokan," ujarnya lirih.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.