Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Sejumlah Seniman Jawa Timur Adukan Kades di Trenggalek, Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Pendamping para seniman bernama Harbaktian dimintai keterangan oleh pihak kepolisian selama beberapa jam

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sejumlah Seniman Jawa Timur Adukan Kades di Trenggalek, Terkait Kasus Ujaran Kebencian
surya/aflahul abidin
Para pendamping para seniman menunjukkan surat hasil pengaduan di Mapolres Trenggalek 

Unggahan Kepala Desa Depok, Kecamatan Panggul bernama Bayu Indra Nurdiansyah itu kemudian viral dan membuat para seniman lintas wilayah bereaksi.

Kini unggahan itu telah dihapus oleh Bayu namun tangkap layar dari unggahan telah beredar di berbagai platform.

Mulai dari grup WhatsApp hingga media sosial lain.

Baca juga: Padjajaran Fans Store Maksimalkan Pemasaran Lewat Sosial Media

Dalam tangkap layar yang beredar, Bayu mengunggah kalimat yang mempersoal keluhan para seniman atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ia juga menuliskan kalimat makian melalui kata-kata kotor dalam unggahan tersebut. Kalimat-kalimat itu diunggah dalam bahasa Jawa.

Atas hal itu, puluhan seniman dari berbagai daerah datang ke Trenggalek.

Salah satu seniman yang datang adalah Yudho Bakiak, pelawak asal Ngawi yang terkenal dengan panggilan Cak Yudho.

Berita Rekomendasi

Cak Yudho mengatakan, puluhan seniman yang datang ke Trenggalek berasal dari berbagai komunitas lintas wilayah.

Tukang becak di Trenggalek tewas dibacok rekannya menggunakan sabit, Kamis (1/7/2021).
Tukang becak di Trenggalek tewas dibacok rekannya menggunakan sabit, Kamis (1/7/2021). (Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin)

"Yang datang ada perwakilan dari Perwakilan Seniman Nusantara dari Boyolali, Pati, Klaten. Saya sendiri mewakili dari Persatuan Seniman Komedi Indonesia dan Dewan Kesenian Daerah Ngawi. Ada juga dari Persatuan Musisi Artis Indonesia," kata Cak Yudho, Selasa (27/7/2021).

Di sisi lain, Bayu juga telah meminta maaf atas unggahannya di media sosial Facebook.

Bayu mengakui, unggahan yang isinya mempersoal keluhan para seniman atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah unggahan asli.

Saat ini unggahan yang berisi juga kata-kata kotor tersebut telah dihapus dari akun Facebook-nya, meski tangkap layarnya telah beredar luas di grup Whatsapp dan media sosial lain.

"Itu statment saya atas nama Bayu selaku pemilik akun, bukan abal-abal, dan itu saya sendiri yang menulis.

Saya menyesalinya, dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," kata Bayu. 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Para Seniman Adukan Kades di Trenggalek Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas