TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pegawai Bank Gondol Uang Nasabah Rp 1,4 Miliar, Hasil Kejahatan untuk Judi Online, Ini Modusnya

Seorang pegawai bank di Kota Denpasar, Bali bobol rekening nasabahnya sebanyak Rp 1,4 Miliar. Uang kejahatan digunakan untuk judi online.

Pegawai Bank Gondol Uang Nasabah Rp 1,4 Miliar, Hasil Kejahatan untuk Judi Online, Ini Modusnya
Tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi seorang pegawai bank bobol rekening nasabah sebanyak Rp 1,4 miliar. 

Terdakwa Adnya Susila dikenakan dakwaan berlapis. Perbuatannya dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana melanggar Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Menjatuhkan pidana terhadap I Gede Adnya Susila dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan, dan denda Rp 2 miliar subsider 3 bulan penjara," tegas Hakim Ketua I Putu Suyoga.

Diungkap dalam surat dakwaan JPU, sebelumnya terdakwa bekerja sebagai management training di salah satu BPR di Denpasar.

Kemudian sejak tanggal 4 April 2019 ditugaskan sebagai marketing kredit di bank tersebut.

Kejadian ini bermula ketika terdakwa menghubungi istri nasabah bank atas nama I Made Darmawan (saksi), tanggal 18 Juni 2020.

Terdakwa memberitahukan akan datang ke warung saksi untuk bertemu.

Baca juga: Selalu Pakai Masker, Dokter Gadungan Tipu Keluarga Pasien Rp 45 Juta, Karyawan RS Tak Sadar

Adnya Susila menjalani sidang putusan secara daring dari Lapas Kerobokan.
Adnya Susila menjalani sidang putusan secara daring dari Lapas Kerobokan. (Tribun Bali/Putu Candra)

Keesokan harinya sekitar pukul 13.00 Wita terdakwa datang ke warung saksi, dan memberitahukan ada produk layanan perbankan yang harus diaktifkan, yaitu aplikasi Lestari Mobile.

Terdakwa kemudian menawarkan diri untuk menginstal aplikasi tersebut di ponsel saksi.

Terdakwa kemudian menginstal aplikasi itu dan meminta alamat email saksi untuk dimasukkan ke aplikasi itu

Setelah menginstal aplikasi tersebut terdakwa mengembalikan ponsel saksi, dan memberitahukan bahwa aplikasi sudah aktif.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas