Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Wartawan Disiram Air Keras Karena Naikkan 'Jatah Bulanan' Permainan Jud Tembak Ikan

Aparat Polrestabes Medan menangkap lima orang terkait penyiraman air keras terhadap seorang wartawan di Medan

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Wartawan Disiram Air Keras Karena Naikkan 'Jatah Bulanan' Permainan Jud Tembak Ikan
Gokas Wesleys/Tribun Medan
Paparan kasus penyiraman air keras ke wartawan media online Parada Bhayangkara Sembiring di Polrestabes Medan, Senin (2/8/2021). Polisi pamerkan lima tersangkanya. 

"SS pun menyampaikan kepada Heri bahwa korban perlu diberi pelajaran," tambah Riko.

Biasanya, korban PBS menerima uang dari pemilik gelanggang permainan tersebut.

Namun hingga bulan 21 Juni 2021 jatah yang seharusnya diterimanya terlambat dan PBS mengirim beberapa link berita kepada SS melalui whatsApp.

PBS mengatakan bahwa link berita tersebut belum dibagikan.

Karena itu PBS meminta SS segera membayarkan jatah untuk bulan Juni dengan angka yang lebih tinggi yaitu sebesar Rp 4 Juta.

Permintaan PBS disanggupi SS namun untuk pembayaran bulan Juli kembali tersendat hingga 24 Juli 2021.

Kemudian pada 25 Juli 2021, Heri dan PBS sepakat untuk bertemu di Simpang Tuntungan di depan rumah makan Tessalonika.

BERITA TERKAIT

Sementara Heri Sanjaya Tarigan datang bersama Sempurna Sembiring dan seorang driver pergi mencari eksekutor penyiraman. Lalu, Agus, Iskandar dan Narkis mengatur strategi eksekusi.

Eksekusi pun direncakan di Jalan Petuna 8 Desa Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan. Pemindahan air keras dsri botol kratingdeng ke dalam botol aqua yang sudah dipotong.

Narkis dan Usman Agus pun berinisiatif membeli air keras dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian keduanya menuju TPK Simpang Selayang, Medan Tuntungan.

Dalam hal ini, Narkis sebagai Joki eksekutor penyiraman air keras. Sedangkan Usman Agus sebagai joki atau pengendara sepeda motor.

Pemindahan air keras dari botol kratingdeng ke dalam botol aqua yang sudah dipotong.

Lalu, setelah berjanji untuk bertemu korban Persada sekitar Pukul 21.00 WIB pada 25 Juli 2021 mengirim pesan WA kepada Heri bahawa dia sudah menunggi di TKP.

Lalu, Heri pun menunjukkan foto kepada para eksekutor. Mereka pin bergegas ke Simpang Selayang, Medan Tuntungan dan di tengah perjalanan memindahkan air keras ke dalam aqua.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas