Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Camat di Sumenep Minta Kades Curi Sapi Warga yang Menolak Vaksin, Sebut Guyonan: Saya Minta Maaf

Video Camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Joko Suwarno viral di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Daryono
zoom-in Camat di Sumenep Minta Kades Curi Sapi Warga yang Menolak Vaksin, Sebut Guyonan: Saya Minta Maaf
(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)
Rapat koordinasi tentang vaksinasi yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Batang-Batang, pada Jumat (13/8/2021). Camat Batang-Batang Joko Suwarno melontarkan pernyataan kontroversi berupa Kades yang diminta untuk mencuri sapi warga yang menolak divaksin. 

TRIBUNNEWS.COM - Video Camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Joko Suwarno viral di media sosial.

Dalam video itu, Joko meminta kepala desa di wilayahnya untuk mencuri sapi ternak milik warga yang menolak untuk divaksin.

Pernyataan itu disampaikan Joko dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forum Pimpinan Kecamatan Batang-batang bersama 16 kepala desa.

Rakor itu dilaksanakan pada Jumat (13/8/2021).

Dalam rakor itu turut dihadiri Kapolsek dan Danramil, serta toko masyarakat.

Video berdurasi 30 detik itu kemudian viral hingga membuat Bupati Sumenep angkat bicara.

Mengutip dari Kompas.com, salah satu pernyataan Joko dalam video itu yakni: "Kades punya kartu As, punya kesaktian, curi sapinya warga yang tidak mau vaksin".

Baca juga: Viral Foto Mahasiswi Dipasang di Baliho sebagai Hadiah Lulus Ujian Skripsi, Akui Sempat Merasa Malu

Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan itu kemudian menuai respons tokoh masyarakat Kecamatan Batang-Batang, Kiai Asyari.

Menurutnya, pernyataan Joko telah melanggar norma etika dan norma hukum.

Sebagai pejabat publik, kata Asyari, Joko seharusnya lebih berhati-hati dalam berbicara.

"Hanya karena vaksinasi, warga harus diintimidasi, ini sebuah gagasan yang salah. Semoga Bupati Sumenep segera melakukan pembinaan," kata dia.

Minta maaf

Joko kemudian memberikan klarifikasi terkait peryataannya itu melalui video yang tersebar pada Minggu (15/8/2021).

Dalam klarifikasinya, Joko menyampaikan permintaan maaf.

"Itu guyonan, makanya yang hadir semuanya tertawa. Oleh sebab itu, tolong jangan disalahpahami. Saya minta maaf," ujar Joko.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas