Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Lewat Bengok Craft, Firman Berdayakan Masyarakat Olah Eceng Gondok Jadi Produk Berkelas

Untuk melakukan perubahan berdampak besar, sering kali seseorang harus berani memiliki ide unik dan berbeda.

Editor: Content Writer
zoom-in Lewat Bengok Craft, Firman Berdayakan Masyarakat Olah Eceng Gondok Jadi Produk Berkelas
https://www.instagram.com/bengokcraft/
Founder Bengok Craft, Firman Setyaji. 

“Alhamdulillah, mulai 2020 dan 2021, ada pembersihan rawa pening dari kementerian Lingkungan Hidup secara masif. Kalau ke sini, sudah bisa melihat Rawa Pening yang bagus dan bersih, seperti Danau Toba. Kapal-kapal nelayan sudah bisa berlayar lagi,” ujar Firman.

Selalu membuka ruang kolaborasi

Kolaborasi dengan masyarakat adalah prioritas Bengok Craft. Maka itu, Firman dan timnya selalu aktif mencari rekanan dan membuka ruang untuk berkolaborasi dengan siapa pun, mulai dari komunitas hingga pemerintah.

Di sekitar Rawa Pening, misalnya, mulai terdapat kelompok-kelompok dengan usaha serupa yang masih membutuhkan pembinaan. Lewat tangan dingin Firman, ia merangkul semua kelompok tersebut untuk berkolaborasi atau membantu mereka menjangkau dukungan dari pemerintah.

“Kami mencoba menjangkau dan mengakomodir kelompok-kelompok kecil yang ada, agar semua bisa berkembang bersama-sama,” ujarnya.

Berpusat di Tuntang, Semarang, Bengok Craft pun tidak hanya berhasil menghadirkan kreasi produk natural dan eco-friendly untuk pelanggan nasional, namun juga global.

Berita Rekomendasi

Belakangan ini, Bengok Craft mulai membangun jejaring ekspor bersama rekanan dari Singapura serta telah beberapa kali ekspor ke Italia dan Dubai.

Urip iku urup, filosofi memberikan manfaat dalam hidup

Ke depannya, Firman memimpikan usahanya dapat terus tumbuh dan mengakomodasi lebih banyak sumber daya manusia, sehingga Bengok Craft bisa menjadi leader kreasi enceng gondok di Indonesia. 

Firman berharap penerus bangsa tidak berhenti memiliki angan-angan untuk membantu sesama. Ia pun mengedepankan filosofi jawa urip iku urup: hidup harus dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kami hidup di sini nggak cuma untuk diri sendiri, namun perlu mencoba untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Urip iku urup. Bagaimana kami bisa mendayagunakan potensi-potensi yang kami miliki untuk orang lain,” sebut Firman.

Ia juga berpesan untuk pelaku UMKM yang baru saja memulai untuk tetap termotivasi dalam menjalankan usaha. “Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, just do it, doa, ikhtiar, tawakal,” sambungnya.

Dengan mantap, Firman menegaskan bahwa dalam memulai usaha tidak mudah dan tak bisa sekadar main-main. Namun kelak, kitalah yang menikmati hasilnya.

“Canangkan angan-angan dan planning dan lakukan evaluasi setiap saat. Jangan menyerah, tetap semangat. Kondisi apa pun bisa dihadapi kalau kita punya semangat dan kemauan keras. Apa pun impian kita, akan bisa tercapai,” tandas Firman.    

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas