Tribun

Kebakaran Pondok Pesantren di Karawang

Cerita Petugas Damkar Cium Wangi Harum saat Evakuasi Jasad Santri di Pesantren Miftakhul Khoirot

Kebakaran di Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menewaskan sebanyak 8 santri

Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Cerita Petugas Damkar Cium Wangi Harum saat Evakuasi Jasad Santri di Pesantren Miftakhul Khoirot
Kolase Tribunnews.com: Kanal YouTube KompasTV dan TribunJabar.id /Dwiky Maulana Vellayati
(Kiri) Detik-detik kebarakan di kebakaran Pesantren Miftakhul Khoirot, Kabupaten Karawang dan (Kanan) Prosesi pemakaman seorang korban. Cerita Petugas Damkar Cium Wangi Harum saat Evakuasi Jasad Santri di Pesantren Miftakhul Khoirot 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Kebakaran melanda Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Berawal dari kebakaran di salah satu kamar santri, api lantas merambat dan melalap Pesantren Miftakhul Khoirot.

Akibat kejadian itu delapan santri meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar cukup parah.

Baca juga: 8 Santri Korban Kebakaran di Pesantren Karawang Ditemukan Berpelukan, Begini Kesaksian Damkar

Ada kejadian tak biasa saat petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jasad santri korban kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran mencium wangi harum saat proses evakuasi jenazah santri korban kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Cerita itu diunggah akun media sosial @infokrw. Dalam postingannya berisikan tangkapan layar pesan whatsapp yang menceritakan tentang tidak mencium bau gosong saat proses evakuasi kedelapan korban meninggal akibat kebakaran pesantren tersebut.

Akan tetapi petugas itu mencium wangi harum dari jasad para santri penghapal Al-Quran tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada BPDB Karawang, Rohmat membenarkan soal cerita tersebut.

(Kiri) Detik-detik kebarakan di kebakaran Pesantren Miftakhul Khoirot, Kabupaten Karawang dan (Kanan) Prosesi pemakaman seorang korban.
(Kiri) Detik-detik kebarakan di kebakaran Pesantren Miftakhul Khoirot, Kabupaten Karawang dan (Kanan) Prosesi pemakaman seorang korban. (Kolase Tribunnews.com: Kanal YouTube KompasTV dan TribunJabar.id /Dwiky Maulana Vellayati)

"Kemarin pas orang-orang Damkar jenazah korban itu ada bau wangi, info dari teman-teman saat padamin dan evakuasi diatas itu engga seperti biasanya," kata Rohmat saat dikonfirmasi, pada Rabu (23/2/2022).

Terkait fenomena itu, Rohmat mengambil sisi positifnya. Menjadi suatu hikmah bahwa para adik-adik santri meninggal dalam keadaan syahid.

"Saya juga klarifikasi juga atas viral itu ke petugas di Cilamaya. Benar Pak Danru, kalau seperti biasanya kecium gosong gitu ini engga ya engga seperti biasanya lah," ucapnya.

Dia menambahkan, ada dua regu dalam proses pemadaman dan evakuasi korban meninggal. Dua regu itu enam personil dari Damkar Cilamaya dan enam dari Damkar Telagasari.

"Ada bantuan juga dari mobil damkar Pertamina, tapi pas proses evakuasi kami menunggu pihak Kepolisian," katanya.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Kebakaran Pondok Pesantren di Karawang yang Tewaskan 8 Santri

Sebelumnya diberitakan, Tim Puslabfor (pusat laboratorium forensik) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (22/2/2022).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas