Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Bocah 8 Tahun yang Dibunuh Kerabatnya, Sempat Minta Gendong ke Pelaku dan Teriak 'Bunda'

TAM, bocah perempuan berusia 8 tahun di Kabupaten Boltim tewas dibunuh dengan sadis oleh kerabatnya, Kamis (18/1/2024).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Bocah 8 Tahun yang Dibunuh Kerabatnya, Sempat Minta Gendong ke Pelaku dan Teriak 'Bunda'
Istimewa
AM saat dihadirkan pada konferensi Pers Kasus Pembunuhan Bocah di Boltim Sulawesi Utara, Jumat (19/1/2024) sore. - Korban sempat minta gendong ke pelaku dan teriak 'bunda' saat hendak dibunuh 

TRIBUNNEWS.COM - Nasib tragis menimpa TAM (8), bocah perempuan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut).

Ia menjadi korban pembunuhan sadis oleh kerabatnya, seorang perempuan muda berinisial AM (24).

Jasad korban ditemukan di kebun kelapa milik warga dekat Desa Tutuyan III, Kabupaten Boltim, Kamis (18/1/2024).

Saat ditemukan, jasad TAM dalam kondisi mengenaskan karena kepalanya terpisah dari badan.

Lantas seperti apa sosok TAM, bocah malang korban pembunuhan sadis di Boltim?

Melansir TribunBoltim, TAM dikenal sebagai anak yang ceria dan rajin mengaji.

"Zaa itu anak yang baik, ceria, bahkan setiap sore rajin mengaji," kata Selly Modeong, kerabat korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, TAM juga dikenal sebagai anak yang berprestasi di sekolahnya.

Semasa hidup, bocah perempuan itu rajin belajar hingga selalu mendapat ranking.

"Zaa itu selalu dapat ranking di sekolah dan merupakan anak yang rajin," tambahnya.

Diketahui, TAM juga merupakan anak semata wayang, sehingga kematiannya yang begitu mengenaskan menyisakan duka mendalam bagi orang tuanya.

Baca juga: Sosok AM, Perempuan Muda Bunuh Bocah 8 Tahun di Sulut, Incar Perhiasan, Sempat Ikut Salat Jenazah

Terlihat ibu korban lemas dan terus menangis saat mengantar anak semata wayangnya itu ke tempat peristirahatan terakhir.

Diketahui, korban dan pelaku masih kerabat dan hubungan keduanya juga terjalin cukup dekat.

Korban pun kerap datang ke rumah pelaku.

"Korban sering main di sini (rumah pelaku) karena sudah dianggap sebagai tante," kata tetangga AM, Apri Sarundeng kepada TribunManado.co.id di rumah pelaku di Kecamatan Tutuyan, Jumat (19/1/2024.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas