Perampokan dan Pembunuhan Agen Bank BUMN di Gresik, Anak Korban yang Masih Balita jadi Saksi Kunci
Balita yang masih 2,5 tahun akan menjadi saksi kunci dalam kasus pembunuhan di Gresik. Korban ditemukan tewas di rumah dalam kondisi bersimbah darah.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Suci BangunDS
"Kemudian saya langsung ke rumah kakak saya. Kakak saya yang pertama mengangkat jasad istri saya," ungkapnya, Sabtu (16/3/2024), dikutip dari TribunJatim.com.
Kasus penemuan jasad ini tidak langsung dilaporkan ke kepolisian lantaran Mahfud mengira istrinya tewas bunuh diri.
Setelah diperiksa seisi kamar, terungkap uang Rp160 juta yang disimpan di laci hilang.
Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Gresik Jadi Korban Perampokan, Mertua: Saya Bangunkan Tak Direspons
Selain itu, hanphone milik Mahfud yang berada di kamar juga raib.
"Kan tak kira bunuh diri atau apa, tapi kok ternyata barang saya hilang semua," sambungnya.
Diduga korban sempat melawan pelaku perampokan sehingga dibunuh.
Mahfud tidak mengetahui ciri-ciri pelaku perampokan yang membunuh istrinya.
"Kemungkinan juga istri saya tahu dan melawan," bebernya.
Diketahui, Mahfud dan Wardatun Toyyibah telah menikah selama 9 tahun dan dikaruniai seorang anak yang berusia 2,5 tahun.
Hasil Autopsi
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menyatakan korban tewas dibunuh menggunakan golok.
Jenazah telah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani proses autopsi.
Baca juga: Perempuan di Gresik Tewas di Sebelah Anaknya, Uang Ratusan Juta Raib
"Ada empat luka tusuk, di leher bagian depan dua, di dada satu, dan satu di leher bagian belakang," paparnya, Minggu (17/3/2024), dikutip dari TribunJatim.com.
Menurut AKP Aldhino Prima, korban tewas seusai mendapat luka tusuk di bagian dada.
"Yang mematikan karena luka tusuk di dada, itu mengenai ulu hati dan menembus ke jantung," tuturnya.