Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lari Dulu, Sate Kambing Kemudian: Antara Balas Dendam Kalori dan Identitas Solo

Habis lari berkilo-kilometer, sarapan sate kambing. Antara sehat dan "balas dendam" kalori, Solo punya ceritanya sendiri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Lari Dulu, Sate Kambing Kemudian: Antara Balas Dendam Kalori dan Identitas Solo
Tribunnews.com/Muhammad Renald Shiftanto
SATE PAK MARDI - Proses pemanggangan sate di Warung Sate Pak Mardi yang terletak di Jl Yosodipuro No.22, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026) 

Bunyi wajan yang dipukul "tong tong, seng seng" diyakini jadi awal mula menu masakan tongseng.

Seiring waktu, Solo tumbuh jadi kota metropolitan tradisional, pusat pemerintahan Jawa, dan ruang pertemuan berbagai budaya.

Dari situ, kuliner berkembang tanpa sekat yang ketat.

Olahan kambing pun naik kelas, yang awalnya ritual menjadi identitas kota.

Jauh sebelum dijual, daging-daging besar seperti domba, kambing, sapi, hingga kerbau dan unta hanya disantap di saat perayaan-perayaan saja.

Namun, kini hidangan tersebut sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan, bahkan untuk sarapan.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas