Lari Dulu, Sate Kambing Kemudian: Antara Balas Dendam Kalori dan Identitas Solo
Habis lari berkilo-kilometer, sarapan sate kambing. Antara sehat dan "balas dendam" kalori, Solo punya ceritanya sendiri.
Tayang:
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Febri Prasetyo
Tribunnews.com/Muhammad Renald Shiftanto
SATE PAK MARDI - Proses pemanggangan sate di Warung Sate Pak Mardi yang terletak di Jl Yosodipuro No.22, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026)
Bunyi wajan yang dipukul "tong tong, seng seng" diyakini jadi awal mula menu masakan tongseng.
Seiring waktu, Solo tumbuh jadi kota metropolitan tradisional, pusat pemerintahan Jawa, dan ruang pertemuan berbagai budaya.
Dari situ, kuliner berkembang tanpa sekat yang ketat.
Olahan kambing pun naik kelas, yang awalnya ritual menjadi identitas kota.
Jauh sebelum dijual, daging-daging besar seperti domba, kambing, sapi, hingga kerbau dan unta hanya disantap di saat perayaan-perayaan saja.
Namun, kini hidangan tersebut sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan, bahkan untuk sarapan.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)
Berita Populer
Berita Terkini