Ricuh, 4 Mahasiswa PMII Terluka Saat Demo di Kantor Gubernur Kaltim
Ujung rasa tersebut berujung bentrok sehingga mengakibatkan sejumlah aktivis mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Editor:
Erik S
Rencana awal untuk menggelar mimbar bebas hingga malam hari dibatalkan dan diganti dengan pernyataan sikap tertulis mengenai situasi kericuhan yang terjadi.
Gubernur Absen
Ketua Umum PC PMII Samarinda, Taufikudin, mengakui pihaknya sudah mengantongi informasi bahwa Gubernur Rudy Masud tidak ada di tempat sebelum aksi dimulai.
Namun hal itu tidak mengubah keputusan mereka untuk tetap turun ke jalan.
"Tentu aksi ini adalah bentuk keresahan kami dari PMII Samarinda, yang di mana Gubernur Kalimantan Timur tidak ada di lokasi, dan bahkan ada informasi itu hanya ada para OPD-OPD. Namun kami akan menolak," tegas Taufikudin.
Baca juga: Ratusan Warga Nobar Sidang Paripurna DPRD Kaltim, Soroti Pembahasan Hak Angket
Kendati demikian, Taufikudin menegaskan bahwa aksi PMII ini tetap mengedepankan cara-cara damai dan mengutamakan ruang diskusi.
Pihaknya menjamin massa tidak akan melakukan tindakan anarkis selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.
Sementara itu, pihak keamanan melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menyatakan telah berupaya memediasi massa.
Pihaknya sempat menawarkan perwakilan mahasiswa untuk masuk dan melakukan audiensi secara resmi.
Namun, tawaran tersebut ditolak oleh massa aksi yang bersikeras hanya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim.
Alhasil, mahasiswa memilih bertahan untuk menyampaikan aspirasi di depan gerbang kantor.
"Kami sudah ajak, tapi mereka tidak mau audiensi. Jadi di depan gerbang saja mereka berorasi," pungkas Edwin.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Demo PMII di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh: Satu Mahasiswa Bocor Kepala, Tiga Pingsan
dan
Walau Gubernur Kaltim Absen, Demo PMII Samarinda Tak Kendur Suarakan Tuntutan
Baca tanpa iklan