Tribun

OTT KPK di Kementerian PUPR

Fakta Terkini OTT KPK di Kementerian PUPR, Kronologi OTT hingga Delapan Tersangka Ditahan

Deretan fakta terkini OTT di Kementerian PUPR terkait kasus suap sejumlah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)

Penulis: Daryono
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Fakta Terkini OTT KPK di Kementerian PUPR, Kronologi OTT hingga Delapan Tersangka Ditahan
Tribunnews.com/Ilham
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 8 orang tersangka terkait dengan dugaan penerimaan hadiah dan janji oleh pajabat Kementerian Pekarjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Jumat (28/12/2018) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan.

OTT di Kementerian PUPR belakangan diketahui terkait kasus suap sejumlah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Dalam kasus ini, KPK awalnya menangkap 21 orang (sebelumnya sempat diberitakan 20 orang,-Red)

Berikut ini Tribunnews.com merangkum fakta-fakta terkini atas perkembangan kasus ini, Minggu (30/12/2018):

1. Delapan Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

KPK menetapkan 8 orang tersangka terkait dengan dugaan penerimaan hadiah dan janji oleh pajabat Kementerian PUPR dalam pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018.

"Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji oleh Pejabat di KemenPUPR terkait proyek-proyek Pembangunan SPAM di KemenPUPR Tahun Anggaran 2017-2018," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018) dini hari.

Baca: Diperintah Menteri Basuki Datangi KPK, Irjen Kementerian PUPR Pulang Tangan Hampa

Diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Direktur Utama PT WKE (Wijaya Kesuma Emindo) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP (Tashida Sejahtera Perkasa) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo, sebagai tersangka.

Kemudian diduga sebagai pihak penerima, ada Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

2. Besaran Uang Suap yang Diduga Diterima

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas