Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rayakan 20 Tahun Film Kuldesak Luncurkan Buku

Dalam peringatan 20 tahun film ini, Mira Lesmana, Nan T. Achnas, Riri Riza, dan Rizal Mantovani sebagai Sutradara film ini juga meluncurkan buku.

Rayakan 20 Tahun Film Kuldesak Luncurkan Buku
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU FIRMANSYAH
Peringatan 20 Tahun Film Kuldesak yang di Sutradarai oleh Mira Lesmana, Nan T. Achnas, Riri Riza, dan Rizal Mantovani sekaligus peluncuran buku Kuldesak,XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 20 tahun lalu, pada 27 November 1998 film Kuldesak diluncurkan pertama kali di 3 layar bioskop di Jakarta.

Kemudian mulai bertambah kembali masing-masing 1 layar di kota Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya. Dari 6 layar itu Kuldesak menghasilkan lebih dari 100 ribu penonton.

Dalam peringatan 20 tahun film ini, Mira Lesmana, Nan T. Achnas, Riri Riza, dan Rizal Mantovani sebagai Sutradara film ini juga meluncurkan buku.

Menurut Riri buku ini merupakan sebagai penampung dokumen dari perjalanan film Kuldesak yang digarap selama 3 tahun dari 1995 sampai 1998.

"Selain untuk menampung arsip-arsip serta dokumen-dokumen Kuldesak yang selama ini tersebar dan tercecer di berbagai tempat, buku ini juga bertujuan untuk menceritakan kembali bagaimana sebuah karya film dikerjakan di tengah kemelut ekonomi, sosial dan politik, dari 1995 sampai 1998. Dan tentunya juga buku ini adalah album kenangan bagi semua yang terlibat dalam proses film Kuldesak." ujar Riri di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Dalam buku Kuldesak ini berisikan foto-foto dokumentasi, cuplikan adegan, dan jepretan di balik layar. Didalamnya juga terdapat berbagai tulisan dimedia-media terkait film ini.

Namun, buku ini sama sekali tidak diperjual belikan, banyaknya kontributor yang bekerja secara suka rela dalam pembuatan buku ini menjadi salah satu alasannya.

"Jadi gini ga bisa dijual karena banyak kontributornya beberapa kontributor ada diluar negeri. Kalau kami mau menjual proses yang kami lakukan sangat panjang untuk kemudian dapat izin penulisan yang diinginkan. Semuanya memberikan dengan suka rela asalkan tidak dikomersialisasi," katanya.

Tetapi jika ada yang ingin memilikinya dari lembaga-lembaga bisa memberikan sumbangan yang dananya akan disimpan untuk membantu para pembuat film di Indonesia.

Acara peringatan 20 tahun film Kuldesak ini tidak hanya ditandai dengan peluncuran buku, namun juga menyajikan Pameran Sehari Arsip Kuldesak serta pemutaran film Kuldesak dengan file hasil digitasi dari materi film print 35mm.

Ikuti kami di
Penulis: wahyu firmansyah
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas