Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanamkan Nilai Ahlak dan Hindari Rasa Intoleran, Film "Si Doel Anak Jakarta" Segera Diproduksi

Melalui film "Si Doel Anak Jakarta" diharapkan dapat megkomunikasikan nilai ahklak pada generasi milenial dan menghindari rasa intoleran yang marak.

Tanamkan Nilai Ahlak dan Hindari Rasa Intoleran, Film
Tribunnews.com/alivio
Webminar Acara Pentingnya Pendidikan Toleransi Melalui Sastra Klasik Dalam Media Milenial "Si Doel Anak Jakarta" 

Laporan Wartawan Tribunnews, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karya sastra klasik terkenal dari Aman Datuk Modjoindo mempunyai makna dan nilai positf dalam novelnya yang berjudul "Si Doel Anak Jakarta."

Nilai yang terkandung dalam karya "Si Doel Anak Jakarta" sangat penting untuk dikomunikasikan di era sekarang.

Melalui film "Si Doel Anak Jakarta" diharapkan dapat megkomunikasikan nilai ahklak pada generasi milenial dan menghindari rasa intoleran yang marak pada saat ini.

"Film ini menjadi cara mengkomunikasikan toleransi, mengkomunikasikan akhlak dan budaya melalui media masa kini," ujar Aditya Yusma Perdana selaku Produser Film "Si Doel Anak Jakarta".

Seperti yang diketahui, karya sastra dari Aman Datuk Modjoindo pernah difilmkan yang berjudul "Si Doel Anak Betawi" pada tahun 1972.

Film tersebut disutradari oleh Sumanjaya dan diperankan oleh Rano Karno sebagai Doel.

Namun, Aditya selaku produser film yang akan datang "Si Doel Anak Jakarta" akan membuat konsep yang berbeda tetapi makna dan nilai yang terkandung dalam novel tetap sama.

Dirinya menjelaskan di era sekarang kita harus beradaptasi di generasi milenial, jika mengkonsepkan film yang sama atau hanya meremakenya, tentu tidak akan laku dipasaran.

Nilai cinta pada film yang akan diproduksi tentu akan menjadi point penting untuk menarik perhatian pecinta film.

"Setelah saya baca dan pelajari bahwa tokoh Doel ini suka mengaji dan sholeh. Namun streotip yang ada pada anak betawi bahwa anak betawi tidak mampu secara pendidikan dan ekonomi pada zaman itu. Tetapi si Doel mampu merubah stigma itu, justru kepandaian dalam mengaji, kepandaian dalam berakhlak, menjadikan seorang anak tersebut sukses dalam hidupnya, karirnya, dan cintanya," ujar Aditya Yusma Perdana.

Untuk pemeran si Doel, rencanaya produser akan membuka casting di seluruh daerah tidak hanya di Jakarta.

Namun, faktor pandemi, casting kemungkinan besar akan dilakukan secara online.

Film ini diharapkan mendapatkan antusias dari pecinta film di tanah air, dan juga mampu mengkomunikasikan nilai akhlak yang sudah mulai memudar dikalangan remaja.

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas