Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Kisah Daniel Tanri Rannu, Seorang Dokter yang Menolak Batasi Potensi Diri

Karena bukan dari kalangan keluarga menengah ke atas, Daniel punya tekad besar agar dapat memperoleh pendidikan tinggi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kisah Daniel Tanri Rannu, Seorang Dokter yang Menolak Batasi Potensi Diri
dok pribadi
Daniel Tanri Rannu, seorang dokter 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM - Meski seorang dokter, Daniel Tanri Rannu menolak membatasi potensi-potensi lain dalam dirinya.

Satu di antaranya yang sejak 2016 ditekuninya, yakni berkubang di industri properti lewat startup Jendela360 dan CariProperti. Dua startup yang dikelolanya hingga kini eksis dan terus berkembang.

Jauh sebelum mengembangkan startup, Daniel hanya anak yang terlahir dari keluarga biasa saja.

"Saya anak bungsu, anak paling kecil dari tiga bersaudara, cowok semua. Kita berangkat dari keluarga biasa saja, enggak miskin banget tapi juga enggak bergelimang harta," tutur Daniel kepada awak media.

Karena bukan dari kalangan keluarga menengah ke atas, Daniel punya tekad besar agar dapat memperoleh pendidikan tinggi.

Baca juga: Viral Istri di Ngawi Meninggal Usai Cabut Gigi Bungsu di Klinik, Suami Tuntut Dokter Tanggung Jawab

Namun, upaya tersebut menemui kendala. Lulus SMA, orang tuanya tak punya biaya menyekolahkannya ke jenjang perguruan tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Patah arang? Tentu tidak. Ia terpikir untuk mencari beasiswa agar bisa kuliah.

"Kita tiga (bersaudara) benar-benar harus dapat beasiswa kalau mau kuliah. Kalau enggak dapat, enggak bisa kuliah," lanjut dia.

Dan upaya Daniel bersama saudaranya untuk bisa kuliah akhirnya kesampaian.

Dua kakaknya diterima di Universitas Indonesia. Masing-masing di di teknik arsitektur dan fakultas ekonomi.

"Sementara saya lulus jadi dokter di Universitas Atmajaya," ucap Daniel.

Diakuinya, bertahan di perguruan tinggi mengandalkan biaya dari beasiswa tidak mudah.

Uang beasiswa hanya mampu menyelesaikan biaya kuliah, namun tidak dengan biaya-biaya tak terduga di luar perkuliahan.

Sebut saja ongkos transportasi, print makalah dan tugas kuliah lainnya. Termasuk buku.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas