Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Radang Usus Kronis Bikin Nyeri Sendi, Ini Penjelasan Ahli

Radang Usus Kronis pada dasarnya merupakan penyakit peradangan. Karena itu, proses radang bisa muncul di banyak bagian tubuh sekaligus.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Radang Usus Kronis Bikin Nyeri Sendi, Ini Penjelasan Ahli
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
RADANG USUS KRONIS - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE. Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa radang usus kronis atau IBD merupakan penyakit radang sistemik. Artinya, peradangan tidak hanya muncul di usus. 
Ringkasan Berita:
  • Penyakit radang usus kronis atau IBD memicu gangguan di berbagai organ tubuh lain seperti persendian, mata, kulit hingga menyebabkan komplikasi serius di area anus
  • Salah satu keluhan di luar usus yang paling sering dialami pasien IBD adalah artritis atau radang sendi
  • Semakin cepat diagnosis ditegakkan, maka risiko komplikasi dapat ditekan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit radang usus kronis atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) ternyata tidak hanya menyerang saluran cerna.

Pada banyak kasus, penyakit ini juga dapat memicu gangguan di berbagai organ tubuh lain seperti persendian, mata, kulit hingga menyebabkan komplikasi serius di area anus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi yang memimpin pusat unggulan pencernaan DIVINE Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa IBD merupakan penyakit radang sistemik. Artinya, peradangan tidak hanya muncul di usus.

“Dasar penyakit IBD ini adalah radang. Radang bisa timbul di usus, bisa timbul di persendian, bisa timbul di semua tubuh kita,” ujar Prof Murdani.

Hampir 30 Persen Pasien Mengalami Nyeri Sendi

Menurutnya, salah satu keluhan di luar usus yang paling sering dialami pasien IBD adalah artritis atau radang sendi.

“Data kita menyebutkan bahwa orang-orang IBD, 30 persen mengalami artritis,” jelasnya.

Baca juga: Mengapa Radang Usus Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dalam

Rekomendasi Untuk Anda

Keluhan ini membuat pasien mengalami nyeri, pegal, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya sendi, mata juga dapat terdampak akibat proses radang yang sama.

“10 persen mengalami episkleritis (radang mata),” katanya.

Kondisi tersebut menyebabkan mata merah, terasa nyeri, dan tidak nyaman. Selain itu, pasien IBD juga bisa mengalami gangguan kulit, sariawan, hingga masalah hati.

“Manifestasi yang bisa muncul di berbagai organ tubuh kita,” lanjut Prof Murdani.

Kenapa Radang Usus Bisa Menyerang Organ Lain?

Prof Murdani menjelaskan, IBD pada dasarnya merupakan penyakit peradangan. Karena itu, proses radang bisa muncul di banyak bagian tubuh sekaligus.

“Radang yang mirip atau serupa juga bisa muncul di sendi namanya artritis. Radang yang serupa atau mirip juga bisa muncul di mata,” katanya.

Inilah yang membuat pasien IBD sering memiliki keluhan yang tampaknya tidak berkaitan dengan usus. Padahal semuanya berasal dari proses inflamasi yang sama.

Menurut Prof Murdani, IBD yang tidak ditangani optimal dapat memicu komplikasi serius. Salah satunya fistula.

“Fistula artinya adanya saluran terowongan dari usus ke kulit misalnya,” ujarnya.

Pada beberapa pasien, fistula dapat menyebabkan cairan atau kotoran keluar terus-menerus dari area tertentu.

“Kebayang tidak kalau misalnya ada kotoran keluar dari kulit kita. Jadi bau, jadi tidak bisa duduk rapat seperti ini,” katanya.

Selain fistula, komplikasi lain adalah obstruksi atau penyempitan usus.

“Usus kita tadi lempeng, bisa dilewati makanan dan kotoran. Tiba-tiba menyempit di satu sisi,” jelasnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan makanan dan kotoran sulit melewati saluran cerna.

Berat Badan Bisa Turun Drastis

IBD juga membuat proses penyerapan nutrisi terganggu karena adanya radang pada usus halus.

“Usus halus adalah tempat untuk proses absorpsi makanan. Kalau ada radang tentu proses absorpsi bisa terganggu,” ujar Prof Murdani.

Akibatnya, pasien mengalami penurunan berat badan meski makan cukup.

“Makannya banyak tapi yang masuk ke sirkulasi terbatas sehingga berat badan turun,” katanya.

Selain itu, perdarahan kronis dari usus dapat memicu anemia.

“Perdarahan bisa menguras darah tubuh kita sehingga muncul anemia,” jelasnya.

Anemia membuat pasien mudah lelah dan sulit menjalani aktivitas normal.

“Anemia salah satu penyebab orang jadi lemas, tidak bisa bekerja dan tidak optimal dalam produktivitas,” ujarnya.

Prof Murdani meminta masyarakat tidak langsung menganggap BAB berdarah sebagai wasir atau ambeien.

Menurutnya, perdarahan akibat IBD memiliki pola berbeda. Pada ambeien, darah biasanya merah segar dan muncul setelah BAB.

Sedangkan pada IBD, darah bisa bercampur dengan lendir atau tinja dan disertai diare berkepanjangan.

“Kalau diare lebih dari dua minggu jangan dianggap sepele,” katanya.

Ia menegaskan semakin cepat diagnosis ditegakkan, maka risiko komplikasi dapat ditekan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas