Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Jejak Perang Dingin di Tanah Korea
Mendaki daratan di Pecinan Korea Selatan, bukan hal populer bagi pelancong yang mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus Incheon.
Editor: Dewi Agustina
Di garis batas itu pula, jauh sebelum MacArthur datang, pelabuhan tempat perdagangan Kerajaan Korea dengan bangsa Tiongkok berlangsung.
Hingga akhirnya para pedagang dari negeri Tiongkok membentuk wilayah yang kini menjadi Pecinan di Incheon.
Meski Jenderal MacArthur kurang dianggap berhasil oleh Presiden Harry Truman, memimpin pasukan gabungan PBB memenangi Korea, rakyat Korea Selatan berterimakasih kepadanya.
Pada 3 Oktober 1957, patung jenderal yang terkenal saat Perang Dunia II merebut kembali Filipina dari Jepang, diresmikan di Taman Jayu atau Taman Pembebasan.
Tanah di Semenanjung Korea terbagi menjadi Selatan dan Utara, sejak pendudukan Jepang berakhir, akhir dari Perang Dunia II.
Semenanjung Korea terbagi setelah Amerika Serikat dan Rusia yang masih menjadi satu sebagai sekutu menang Perang Dunia II pada 1945, bersepakat membagi tanah Korea, menjadi Utara dan Selatan dengan pemisah garis paralel lintang 38 derajat.
Pemisah ini disetujui Dewan Keamanan PBB pada 1945 tanpa Republik Rakyat Tiongkok, karena saat itu Taiwan yang dianggap sebagai Tiongkok.
Tak lama tanah Korea lepas dari perang, karena pada 1950-1953 perang saudara yang berasal dari satu kerajaan itu meletus.
Korea Utara yang dibantu Tiongkok, melawan 16 negara yang dipimpin Amerika Serikat. Perang ini mendapat restu PBB meski Rusia sebagai anggota Dewan Keamanan Tetap PBB membantu Korea Utara.
Kembali ke patung Douglas MacArthur.
Letaknya di tempat tertinggi di Jayu Park.
Sekitar patung terdapat taman dengan bunga beraneka warna. Dan beratapkan kanopi, dua meja lengkap dengan empat kursi di masing-masing sisi meja menjadi tempat asyik buat main catur.
Selain dua pecatur ditonton pula oleh rekan-rekannya.
Lebih ke bawah, ada patung berbentuk jangkar yang melambangkan pendaratan pasukan Amerika di sana.