Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Lewat Program Holtikultura, Harita Nickel Bersama Ibu-ibu Desa Kawasi Bangun Kemandirian

Alex mengatakan, program ini diikuti oleh ibu-ibu dari Desa Kawasi yang tergabung dalam komunitas Kube Ora Et Labora

Lewat Program Holtikultura, Harita Nickel Bersama Ibu-ibu Desa Kawasi Bangun Kemandirian
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Foto ilustrasi 

TRIBUNNERS - Harita Nickel yang terdiri dari PT Trimegah Bangun Persada dan PT Megah Surya Pertiwi terus menjalin hubungan dengan warga di sekitar Pulau Obi untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat, khususnya di Desa Kawasi.

Oleh karena itu, program pengembangan komunitas CSR Harita Nickel memiliki kegiatan pengembangan dan peningkatan tanaman pangan serta holtikultura di Desa Kawasi.

"Program pengembangan dan peningkatan tanaman pangan dan holtikultura ini merupakan salah satu program Comdev CSR untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat Desa Kawasi," kata Chief Deputy Head Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/11/2018).

Alex mengatakan, program ini diikuti oleh ibu-ibu dari Desa Kawasi yang tergabung dalam komunitas Kube Ora Et Labora yang merupakan supplier sayuran dan holtikultura ke MSP dan KSU Anisa Jaya. Selain itu juga diikuti oleh ibu-ibu yang tidak memiliki kegiatan usaha dan para petani pelopor yang memiliki sudut pandang visioner di bidang pertanian.

Baca: 6 Tips Memilih Hotel Saat Liburan, Coba Booking Secara Online

"Program ini sudah berjalan sejak bulan Mei lalu. Sejak program ini dimulai sudah mendapatkan respon positif dari warga karena menurut mereka program ini telah nyata terlihat hasilnya," kata Alex.

Ada beberapa tujuan pokok yang ditekankan dalam program ini yaitu pengenalan dasar praktek pertanian, ekstensifikasi lahan, intensifikasi lahan tersedia, peningkatan ekonomi masyarakat desa di sektor pertanian, memenuhi kebutuhan pasar, pengorganisasian KUBE dan petani pelopor dalam implementasi di lapangan, manajemen kemandirian usaha dan dampak sosial program di masyarakat.

Dijelaskan, setelah diberikan pengenalan cara berbudidaya melalui praktek demplot sederhana, pengurus dan anggota Kube merasa yakin untuk lebih meningkatkan di bidang pertanian. "Mereka menunjukkan kemauan untuk mendengar, melihat dan mencontoh secara langsung di lapangan, mengingat pada masa sebelumnya belum pernah ada program pertanian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan," kata Alex.

Kemudian, melalui ekstensifikasi lahan yang awalnya mempergunakan lahan seluas 2 hektare, ke depan akan lebih diperluas. Karena pengembangan jenis sayuran dan volume semakin meningkat.

Dalam aplikasi untuk intensifikasi lahan yang telah dilakukan Kube antara lain komoditi kangkung, terong, kacang panjang,ndaun bawang dan jagung manis. Sedangkan komoditi holtikultura yang dikembangkan hingga saat ini adalah cabai besar, cabai rawit, sawi, kacang tanah, kacang hijau, tomat dan pare.

"Semangka dan blewah juga merupakan komoditi buah-buahan yang dikembangkan di lahan Akelamo," kata Alex.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas